kediri News
Thursday, November 24, 2011
Manfaatkan Udara Dingin, Rampok Satroni Juragan Emas
Nokia Siapkan Kejutan Windows Phone di 2012
Sunday, November 13, 2011
Laga ISL, Bomber Asing Persiwa Wamena "Ilegal"
Kediri (kedirijaya.com) - Pemain asing andalan Persiwa wamena asal Nigeria EKono Kristian,bakal tidak diturunkan dalam laga lanjutan ISL 2009,saat melawan persik,Pada minggu,"(22/11)di Stadion Brawijaya Kota Kediri.
Tidak dimainkannya Kono Kristian itu belum ada keabsahan dari PT. Liga Indonesia alias "ilegal" .Disamping itu kondisi fisik EKono Kristian belum memungkinkan akibat cedera yang dialaminya.
Joko Susilo DIrektur Teknis Persiwa mengungkapkan, tidak diturunkannya Ekono Kristian, membuat timnya akan mengoptimalkan pemain lokal. Kesebelasannya akan melakukan formasi penyerangan seperti saat bermain melawan Persebaya bebarapa waktu lalu.
Sementara itu untuk menyiapkan pertandingan melawan Persik yang dinilainya masih cukup solid,Timnya datang lebih awal dan melakukan pertandingan percobaan dengan club lokal.
Joko Susilo menegaskan," meski tidak diperkuat Ekono Kristian,namun pihaknya akan tetap optimis memetik poin penuh di stadion Brawijaya,"minggu (22/11) besok. (RA)
50 % PSK Kabupaten Kediri,Terinveksi Penyakit
Kediri (kedirijaya.com) - Menyusul adanya temuan baru bahwa jumlah Penyakit Menular Seksual (PMS) tahun 2009 dikalangan PSK Kabupaten Kediri Prosentasenya masih tinggi, Yaitu berada di kisaran 59,89 persen. Jumlah itu masih tergolong sedikit dibandingkan pada Tahun 2008 yang mencapaikisaran 80 persen lebih.
"Nur Munawaroh,Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Penyakit menular langsung (PPML) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Mengaku ," Tingginya Penyakit Menular Seksual dikalangan PSK ini lebih disebabkan kurang pedulinya pelanggan sex termasuk PSK dalam menggunakan kondom sebagai upaya pencegahan penularan penyakit tersebut.
"terlebih lagi adanya pola hidup yang kotor pada PSK,baik tempat mangkalnya maupun terkait kurang memperdulikan perawatan pada kebersihan tubuhnya"tegasnya (21/11).
Meski ditahun ini ada tren penurunan dari jumlah Penyakit menular Seksual, namun pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri akan terus melakukan sosialisasi penggunaan kondom di sejumlah eks lokalisasi.
Sekedar diketahui,Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri," Jumlah PSK ddari Kabupaten Kediri sekitar 800 orang. Pada tahun 2007 sebanyak 89,3% PSK mengidap PMS,Tahun 2008 turun menjadi 86.1%.Sementara untuk tahun 2009,jumlah PSK Pengidap Penyakit Menular Sexual (PMS) masih 59,89 %. (RA)
Surat Balasan BKD di Bakar
Kediri (kedirijaya.com) - Menjelang pelaksanaan tes rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kediri, justru menemui polemik. Puluhan peserta tes, kembali bergejolak dengan menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kota Kediri, Jumat (20/11) pagi.
Unjuk rasa menuntut mundurnya jadwal pelaksanaan tes Sabtu (21/11) itu, kali ini dilakukan oleh sekitar 40 ibu-ibu guru 'jebolan' alias lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK).
Para peserta yang dinyatakan gagal tahap administrasi ini yang tergabung dalam alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (Stitem) bersama Gerakan Pemuda Nusantara ini meminta kejelasan tentang keruwetan tahapan rekruitmen, khususnya masalah ijazah yang tidak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan
Setelah menggelar orasi secara terbuka beberapa saat, masa kemudian menuju Kantor Balai Kota Kediri. Di tempat itu, demonstran yang merasa kesal karena dicoret dari keikutsertaan tes membakar surat balasan dari BKD melalui PT Kantor Pos.
"Ini benar-benar deskriminasi, karena di daerah lain, ijazah seperti kami tidak ada masalah. Kenapa di Kota Kediri, ditolak?," ungkap Veri, salah satu koordinator aksi, dalam orasinya.
Sebagaimana diketahui, kemarin sejumlah peserta yang dicoret ini menggeruduk kantor Balai Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri. Mereka menuntut dicoretnya dari keikutsertaan tes. Dimana, dari 17.000 pelamar, 13.000 dinyatakan lolos administrasi, sedangkan 4.000 lebih dinyatakan gagal, dengan alasan ijazah yang tidak sesuai dengan formasi. ). (NB)
Polisi dan Santri Lirboyo Gelar Solat Hajat
Kediri (kedirijaya.com) - Ratusan anggota Polwil Kediri dan jajaran menggelar Sholat Hajat secara berjamaah. Sholat sunnah ini memiliki tujuan untuk mendoakan persoalan yang membelit Bangsa Indonesia, khususnya perseteruan antara KPK dan Polri yang akhir-akhir ini memanas.
Sholat Hajat yang dikerjakan secara berjamaah ini dilakukan usai menunaikan ibadah Sholat Jumat di Masjid Polwil Kediri, Jumat (20/11). Sholat dikerjakan dalam empat rakaat, dengan dua kali salam. Tidak hanya anggota polisi, namun ada sekitar 20 santri Pondok Pesantren Lirboyo yang juga ikut dalam sholat ini. Sementara imam dalam sholat dipimpin oleh Farid Fauzi.
Wakapolwil Kediri AKBP Marsudi menolak jika pelaksanaan Sholat Hajat ditujukan kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang kini tengah konsen pada penanganan kasus KPK. Marsudi mengatakan, semata-mata untuk seluruh Bangsa Indonesia, agar diberi kesehatan dan keselamatan.
"Ah, itu urusan beliau disana. Yaa, tujuannya agar seluruh polisi jajaran Polwil Kediri diberi kesehatan, dan keselamatan serta dapat menjalankan tugsanya," ungkap AKBP Marsuki, saat ditanya apakah tujuannya untuk mendoakan kapolri.
AKBP Marsudi juga membantah jika pelaksanaan Sholat Hajat yang dilakukan ada instruksi kusus dari Polda Jawa Timur, atau Mabes Polri. "Tidak ada TR apa-apa. Kemarin saya bincang-bincang sama pak kapolwil yang sekarang tengah menghadiri acara mantu di Bengkulu, akhirnya saya yang mewakili dalam acara ini," imbuh AKBP Marsudi.
AKBP Marsudi menambahkan, jika pihaknya berharap seluruh polisi jajaran Polwil Kediri untuk melaksanakan Sholat Hajat bersama."Ya, kami sudah menghimbau kepada seluruh jajaran untuk ikut bersama," pungkas AKBP Marsudi. (NB)
Pelatihan, 9,2 Milyard ?
Kediri (kedirijaya.com) – Tahun 2009 ini, untuk pertama kalinya anggaran sebesar Rp 9,2 M yang diperuntukkan Program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) untuk tahap pertama telah cair. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dana sebesar itu mayoritas hanya akan digunakan untuk pelatihan.
Bambang Sukosusilo selaku koordinator region VI Jatim mengatakan, beberapa waktu yang lalu dana tahap pertama telah cair, dan segera mungkin melakukan kegiatan ataupun program. “Beberapa waktu yang lalu, kami cek di rekening, ternyata sudah keluar,” kata Bambang ditemui dikantornya, Rabu (18/11).
Saat disinggung peruntukan anggaran sebesar itu, Bambang mengatakan ada tiga bentuk program yang akan dikerjakan dalam program PNPM. Yakni, lingkungan, social, dan ekonomi. “Tapi paling banyak diantara tiga itu, yang paling banyak melakukan sosialisasi tentang kesekretarisan,” ujarnya. Dalam pencairannya, Bambang menjelaskan, akan ada 3 tahap dalam pencairannya, yakni tahap pertama 30%, tahap kedua 50% dan tahap ketiga 20%. Anggaran tersebut berasal dari APBN 50% dan APBD 50%. “Saat ini baru tahap pertama yang telah cair, tahap kedua dan ketiga masih dalam proses, karena anggaran tersebut bisa cair jika programnya sudah jelas,” ungkapnya.
Untuk Kota Kediri sebanyak 46 kelurahan yang akan mendapatkan dana PNPM ini, besarannya masing-masing kelurahan tidak sama, tergantung besarnya jumlah penduduk dan penduduk miskin. “Semua kelurahan di Kota Kediri mendapatkan anggaran ini, namun besarannya, masing-masing kelurahan tidak sama,” ujar Bambang.
Data yang diperoleh, masing-masing kelurahan pada tahap pertama ini mendapatkan anggaran rata-rata sebesar Rp 60 juta. Sementara untuk Kelurahan Ngadirejo dan Ngronggo mendapatkan Rp 105 juta.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Budi Siswanto selaku pengawas dalam PNPM ini mengatakan, dirinya akan tersu melakukan pemantauan dalam segala program kinerja yang dilakukan kelompok swadaya masyarakat (KSM). “Akan ada tim yang selalu mengawasi,” ungkapnya.
Selain pengawasan, dalam setiap minggu KSM harus menyerahkan laporan tentang kegiatan. “ Ada laporan mingguan, bulanan, jadi jika mereka melakukan tindakan diluar batas, kami bisa menindak lanjutinya,” tegasnya. (AK)