Sunday, November 13, 2011

Pelatihan, 9,2 Milyard ?

pnpmKediri (kedirijaya.com) – Tahun 2009 ini, untuk pertama kalinya anggaran sebesar Rp 9,2 M yang diperuntukkan Program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) untuk tahap pertama telah cair. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dana sebesar itu mayoritas hanya akan digunakan untuk pelatihan.

Bambang Sukosusilo selaku koordinator region VI Jatim mengatakan, beberapa waktu yang lalu dana tahap pertama telah cair, dan segera mungkin melakukan kegiatan ataupun program. “Beberapa waktu yang lalu, kami cek di rekening, ternyata sudah keluar,” kata Bambang ditemui dikantornya, Rabu (18/11).

Saat disinggung peruntukan anggaran sebesar itu, Bambang mengatakan ada tiga bentuk program yang akan dikerjakan dalam program PNPM. Yakni, lingkungan, social, dan ekonomi. “Tapi paling banyak diantara tiga itu, yang paling banyak melakukan sosialisasi tentang kesekretarisan,” ujarnya. Dalam pencairannya, Bambang menjelaskan, akan ada 3 tahap dalam pencairannya, yakni tahap pertama 30%, tahap kedua 50% dan tahap ketiga 20%. Anggaran tersebut berasal dari APBN 50% dan APBD 50%. “Saat ini baru tahap pertama yang telah cair, tahap kedua dan ketiga masih dalam proses, karena anggaran tersebut bisa cair jika programnya sudah jelas,” ungkapnya.

Untuk Kota Kediri sebanyak 46 kelurahan yang akan mendapatkan dana PNPM ini, besarannya masing-masing kelurahan tidak sama, tergantung besarnya jumlah penduduk dan penduduk miskin. “Semua kelurahan di Kota Kediri mendapatkan anggaran ini, namun besarannya, masing-masing kelurahan tidak sama,” ujar Bambang.

Data yang diperoleh, masing-masing kelurahan pada tahap pertama ini mendapatkan anggaran rata-rata sebesar Rp 60 juta. Sementara untuk Kelurahan Ngadirejo dan Ngronggo mendapatkan Rp 105 juta.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Budi Siswanto selaku pengawas dalam PNPM ini mengatakan, dirinya akan tersu melakukan pemantauan dalam segala program kinerja yang dilakukan kelompok swadaya masyarakat (KSM). “Akan ada tim yang selalu mengawasi,” ungkapnya.

Selain pengawasan, dalam setiap minggu KSM harus menyerahkan laporan tentang kegiatan. “ Ada laporan mingguan, bulanan, jadi jika mereka melakukan tindakan diluar batas, kami bisa menindak lanjutinya,” tegasnya. (AK)

No comments:

Post a Comment