Diungkapkan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Kediri, Yudi Ayubchan, Bangunan kios yang jumlahnya puluhan tersebut dinilai mengganggu keberadaan GOR. “Kalau kios tersebut dibangun disitu, GOR menjadi tidak terlihat, dan terkesan menjadikan bangunan yang menghabiskan miliaran rupiah tersebut menjadi tidak lagi indah,” ungkapnya.
Berdasarkan master plain, dikatakan Yudi, lokasi kios yang digunakan sebagai ganti warga yang pernah digusur bukanlah berada disitu, melainkan ditempatkan di timur bangunan GOR. “Kalau sekarang kan masih dibangun kios, tapi lokasinya berada disebelah baratnya GOR, ini tidak sesuai dengan master plain-nya,” ujarnya.
Hingga saat ini, dikatakan Ayub banguan GOR juga belum ada pintu masuk. Jika kios ditempatkan disitu, pintu masuknya akan dibangun dimana,? tanya Ayub.
Menurutnya, bangunan GOR juga dinilai lamban, dalam perjanjian awal, pada bulan September sudah bisa dibuka, tapi kenyataanya hingga bulan November ini juga belum beroperasi. Bahkan ketua badan Anggaran (Banggar) ini menyayangkan sikap Pemkot Kediri yang terkesan membiarkan GOR mangkrak dengan tidak dianggarkan lagi pada APBD 2010. “GOR belum selesai, malah memulai membangun RSUD Gambiran II,” ujarnya.
Dari pantauan kedirijaya.com dilokasi di lokasi GOR, pembangunan kios sudah berlangsung sejak satu bulan, dan rencananya akan membangun sekitar 35 kios. “Sudah empat minggu ini mas, rencananya kios dengan ukuran 7 x 4 meter ini akan dibangun sebanyak 35 kios,” Sardi (45) salah satu tukang dikonfirmasi dilokasi.
Yudi ayubkan dengan tegas,"Kalau pihak Pemkot terus bersikap seperti ini, Ayub mengancam tidak akan memberikan persetujuan pada segala proyek yang akan dibangun. “Kalau yang satu belum tuntas, dan membangun proyek yang lain, maka ini tidak baik, jika begini terus-terusan, kami tidak akan memberikan persetujuan dalam anggaran nanti.
Sementara itu ditempat terpisah, Asisten Pemerintahan, Maki Ali membantah jika bangunan kios tersebut menyalahi master plain. “Semua sudah sesuai dengan master plain, tidak ada yang salah,” kilahnya.
Kios tersebut, dikatakan Maki Ali diperuntukkan warga yang sebelumnya digusur untuk bangunan GOR. Rinciannya, 31 kios untuk warga, dan 3 untuk kelurahan. “Sementara yang 1 kios saya lupa untuk siapa itu,” pungkasnya.(AK)
No comments:
Post a Comment