Sunday, November 13, 2011

Setiap Hari, 40 ribu Pelanggan listrik diKediri Terancam dipadamkan PLN Kediri

pln 2Kediri (kedirijaya.com). Area Pelayanan Jaringan (APJ) Perusahaan Listrik Negara Kediri melakukan pemadaman kepada 40 ribu pelanggan setiap hari. Pemadaman yang dilakukan APJ Kediri mulai menuai protes karena tidak melalui pemberitahuan sebelumnya.


Asisten Manajer Distribusi APJ PLN Kediri Ustriadi menegaskan, pemadaman bergilir ini telah dilakukan sejak kemarin. PLN Kediri mengaku mengalami kekurangan pasokan akibat terganggunya suplai listrik di kawasan Jawa – Bali. “Ini resiko jaringan interkoneksi,” tegasnya kepada kedirijaya.com, Kamis (12/11).

Pihaknya akan melakukan usaha guna menjaga kebutuhan listrik di wilayah APJ Kediri yang meliputi Kota/Kabupaten Kediri, Kota/Kabupaten Blitar, dan Tulungagung, PLN dengan terpaksa melakukan pemadaman bergilir sebanyak tiga kali dalam sehari. Masing-masing pemadaman akan mengenai 10.000 – 15.000 pelanggan dengan jeda dua jam.

Menurut Ustriadi, jumlah kebutuhan listrik APJ Kediri mencapai 200 Mega Watt yang disalurkan melalui 60 penyalur. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan 760 ribu pelanggan PLN di wilayah Kediri.

Sayangnya Ustriadi mengaku tidak mengetahui sampai kapan pemadaman ini akan dilakukan. Dia juga menolak menjelaskan kompensasi yang akan diberikan kepada pelanggan akibat gangguan tersebut. Dia juga meminta maaf kepada masyarakat karena tidak mampu memberikan sosialisasi jadwal pemadaman.

Sementara itu akibat adanya pemadaman bergilir yang dilakukan PLN APJ Kediri Sejumlah pengusaha di Kediri mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman. Meski hanya berlangsung selama dua jam setiap hari, berhentinya aliran listrik memiliki dampak besar bagi mereka. “Mesin saya juga bisa rusak karena pemadaman mendadak,kompensasi terhadap karyawannya juga mungkin akan dilakukan karena jadwal pemadaman yang tidak menentu” keluh Jimi Hermawan, pemilik usaha konveksi di Jalan Taman Makam Pahlawan Kediri.

Dalam dua jam pemadaman,Diperkirakan sebanyak empat mesin bordir dan 14 mesin jahit miliknya otomatis tidak beroperasi. Diperkirakan nilai kerugian yang ditanggung Jimi mencapai Rp 2 juta setiap hari. Demikian pula dengan penghasilan karyawannya yang menurun akibat gangguan produksi tersebut. “Harus ada kompensasi dari PLN atas kerugian ini,” katanya.(MJ)

No comments:

Post a Comment