Thursday, November 24, 2011

Manfaatkan Udara Dingin, Rampok Satroni Juragan Emas

(Kediri News) – Kawanan perampok menyatroni toko emas Sido Mulyo di Jalan Raya Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang melukai pemiliknya dengan celurit dan membredel sejumlah perhiasan emas yang dikenakan.Kepolisian Sektor Grogol hingga saat ini terus melakukan penyelidikan guna mendalami peristiwa itu yang terjadi dinihari tadi saat kondisi dikawasan TKP sepi dan udara dingin usai gerimis membuat sejumlah tetangga korban hanya mendengar sayup teriakan minta tolong korban. Korban bernama Ari Mashudi alias Ayik (41), mengalami luka bocor di kepala. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Polda Bhayangkara, Kota Kediri. Sementara istrinya Muhin (38) menderita luka robek di kepala setelah dicelurit. Belum diketahui secara pasti jumlah kerugian material dari aksi ini. Tetapi, berdasarkan informasi seluruh perhiasan yang dikenakan korban dilucuti dan dibawa lari. Sejumlah tetangga korban menyebut, perampokan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Pelaku masuk rumah sekaligus toko emas korban melalui jendela. Kemudian melukai para korban. “Saya baru mendengar ada orang berteriak maling-maling pada pukul 02.30 WIB. Saya pikir SD di depan rumah yang kemalingan. Ternyata toko emas milik pak Ayik,” ujar Ratna (37), tetangga sebelah korban, Kamis (24/11/11). Di dalam rumah itu sendiri, katanya, terdapat banyak orang. Selain Ayik dan istrinya, terdapat tiga orang anaknya yang masih kecil, si kemar Oman (9) dan Adi (9) serta Lintang (1,5). Selain itu ada enam orang karyawan dan pembantu. Tetapi mereka tidak ikut dilukai. Masih kata Ratna, Ayik terluka akibat dikepruk asbak saat berupaya melawan perampok. Sedangkan istrinya yang berniat membantu, dia dicelurit kepalanya. Kasat Reskrim Polres Kediri AKP I Wayan Winaya mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP. Polisi juga tengah memintai keterangan para saksi

Nokia Siapkan Kejutan Windows Phone di 2012

Kediri News - Nokia telah membuat kejutan pada saat pengumuman kemitraannya dengan Microsoft pada Ferbuari lalu, sebuah kejutan untuk mengusung sistem operasi Windows Phone 7 pada setiap smartphone Nokia mendatang. Nah, setelah smartphone pertama Windows Phone diumumkan, kejutan selanjutnya adalah smartphone Windows Phone yang benar-benar eksklusif dan memliki kemampuan dan desain lebih berbeda. Mengenai hal ini, dilansir melalui PocketNow, Michael Hus, general manager Nokia Taiwan mengatakan, vendor Nokia memang sedang mempersiapkan smartphone Windows Phone baru untuk dikeluarkan pada paruh pertama 2012. Lebih lanjut ia mengatakan Ini adalah model lanjutan dari Lumia 710 dan Lumia 800 yang saat ini mulai dipromosikan Nokia. Perkiraan sementara, kejutan Windows Phone Nokia di 2012 mendatang akan dihadirkan pada ajang CES ataupun MWC 2012 mendatang. Dari rumor sebelumnya, beberapa smartphone misterius Nokia memang sempat muncul, dari mulai bernama Nokia Lumia 900 hingga yang terakhir bernama Nokia Lumia 610. Kita tunggu kejutannya.

Sunday, November 13, 2011

Laga ISL, Bomber Asing Persiwa Wamena "Ilegal"

persiwaKediri (kedirijaya.com) - Pemain asing andalan Persiwa wamena asal Nigeria EKono Kristian,bakal tidak diturunkan dalam laga lanjutan ISL 2009,saat melawan persik,Pada minggu,"(22/11)di Stadion Brawijaya Kota Kediri.

Tidak dimainkannya Kono Kristian itu belum ada keabsahan dari PT. Liga Indonesia alias "ilegal" .Disamping itu kondisi fisik EKono Kristian belum memungkinkan akibat cedera yang dialaminya.

Joko Susilo DIrektur Teknis Persiwa mengungkapkan, tidak diturunkannya Ekono Kristian, membuat timnya akan mengoptimalkan pemain lokal. Kesebelasannya akan melakukan formasi penyerangan seperti saat bermain melawan Persebaya bebarapa waktu lalu.

Sementara itu untuk menyiapkan pertandingan melawan Persik yang dinilainya masih cukup solid,Timnya datang lebih awal dan melakukan pertandingan percobaan dengan club lokal.

Joko Susilo menegaskan," meski tidak diperkuat Ekono Kristian,namun pihaknya akan tetap optimis memetik poin penuh di stadion Brawijaya,"minggu (22/11) besok. (RA)

50 % PSK Kabupaten Kediri,Terinveksi Penyakit

aidsKediri (kedirijaya.com) - Menyusul adanya temuan baru bahwa jumlah Penyakit Menular Seksual (PMS) tahun 2009 dikalangan PSK Kabupaten Kediri Prosentasenya masih tinggi, Yaitu berada di kisaran 59,89 persen. Jumlah itu masih tergolong sedikit dibandingkan pada Tahun 2008 yang mencapaikisaran 80 persen lebih.

"Nur Munawaroh,Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Penyakit menular langsung (PPML) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Mengaku ," Tingginya Penyakit Menular Seksual dikalangan PSK ini lebih disebabkan kurang pedulinya pelanggan sex termasuk PSK dalam menggunakan kondom sebagai upaya pencegahan penularan penyakit tersebut.

"terlebih lagi adanya pola hidup yang kotor pada PSK,baik tempat mangkalnya maupun terkait kurang memperdulikan perawatan pada kebersihan tubuhnya"tegasnya (21/11).

Meski ditahun ini ada tren penurunan dari jumlah Penyakit menular Seksual, namun pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri akan terus melakukan sosialisasi penggunaan kondom di sejumlah eks lokalisasi.

Sekedar diketahui,Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri," Jumlah PSK ddari Kabupaten Kediri sekitar 800 orang. Pada tahun 2007 sebanyak 89,3% PSK mengidap PMS,Tahun 2008 turun menjadi 86.1%.Sementara untuk tahun 2009,jumlah PSK Pengidap Penyakit Menular Sexual (PMS) masih 59,89 %. (RA)

Surat Balasan BKD di Bakar

demoKediri (kedirijaya.com) - Menjelang pelaksanaan tes rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kediri, justru menemui polemik. Puluhan peserta tes, kembali bergejolak dengan menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kota Kediri, Jumat (20/11) pagi.

Unjuk rasa menuntut mundurnya jadwal pelaksanaan tes Sabtu (21/11) itu, kali ini dilakukan oleh sekitar 40 ibu-ibu guru 'jebolan' alias lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK).

Para peserta yang dinyatakan gagal tahap administrasi ini yang tergabung dalam alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (Stitem) bersama Gerakan Pemuda Nusantara ini meminta kejelasan tentang keruwetan tahapan rekruitmen, khususnya masalah ijazah yang tidak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan

Setelah menggelar orasi secara terbuka beberapa saat, masa kemudian menuju Kantor Balai Kota Kediri. Di tempat itu, demonstran yang merasa kesal karena dicoret dari keikutsertaan tes membakar surat balasan dari BKD melalui PT Kantor Pos.

"Ini benar-benar deskriminasi, karena di daerah lain, ijazah seperti kami tidak ada masalah. Kenapa di Kota Kediri, ditolak?," ungkap Veri, salah satu koordinator aksi, dalam orasinya.

Sebagaimana diketahui, kemarin sejumlah peserta yang dicoret ini menggeruduk kantor Balai Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri. Mereka menuntut dicoretnya dari keikutsertaan tes. Dimana, dari 17.000 pelamar, 13.000 dinyatakan lolos administrasi, sedangkan 4.000 lebih dinyatakan gagal, dengan alasan ijazah yang tidak sesuai dengan formasi. ). (NB)

Polisi dan Santri Lirboyo Gelar Solat Hajat

Kediri (kedirijaya.com) - Ratusan anggota Polwil Kediri dan jajaran menggelar Sholat Hajat secara berjamaah. Sholat sunnah ini memiliki tujuan untuk mendoakan persoalan yang membelit Bangsa Indonesia, khususnya perseteruan antara KPK dan Polri yang akhir-akhir ini memanas.

Sholat Hajat yang dikerjakan secara berjamaah ini dilakukan usai menunaikan ibadah Sholat Jumat di Masjid Polwil Kediri, Jumat (20/11). Sholat dikerjakan dalam empat rakaat, dengan dua kali salam. Tidak hanya anggota polisi, namun ada sekitar 20 santri Pondok Pesantren Lirboyo yang juga ikut dalam sholat ini. Sementara imam dalam sholat dipimpin oleh Farid Fauzi.

Wakapolwil Kediri AKBP Marsudi menolak jika pelaksanaan Sholat Hajat ditujukan kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang kini tengah konsen pada penanganan kasus KPK. Marsudi mengatakan, semata-mata untuk seluruh Bangsa Indonesia, agar diberi kesehatan dan keselamatan.

"Ah, itu urusan beliau disana. Yaa, tujuannya agar seluruh polisi jajaran Polwil Kediri diberi kesehatan, dan keselamatan serta dapat menjalankan tugsanya," ungkap AKBP Marsuki, saat ditanya apakah tujuannya untuk mendoakan kapolri.

AKBP Marsudi juga membantah jika pelaksanaan Sholat Hajat yang dilakukan ada instruksi kusus dari Polda Jawa Timur, atau Mabes Polri. "Tidak ada TR apa-apa. Kemarin saya bincang-bincang sama pak kapolwil yang sekarang tengah menghadiri acara mantu di Bengkulu, akhirnya saya yang mewakili dalam acara ini," imbuh AKBP Marsudi.

AKBP Marsudi menambahkan, jika pihaknya berharap seluruh polisi jajaran Polwil Kediri untuk melaksanakan Sholat Hajat bersama."Ya, kami sudah menghimbau kepada seluruh jajaran untuk ikut bersama," pungkas AKBP Marsudi. (NB)

Pelatihan, 9,2 Milyard ?

pnpmKediri (kedirijaya.com) – Tahun 2009 ini, untuk pertama kalinya anggaran sebesar Rp 9,2 M yang diperuntukkan Program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) untuk tahap pertama telah cair. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dana sebesar itu mayoritas hanya akan digunakan untuk pelatihan.

Bambang Sukosusilo selaku koordinator region VI Jatim mengatakan, beberapa waktu yang lalu dana tahap pertama telah cair, dan segera mungkin melakukan kegiatan ataupun program. “Beberapa waktu yang lalu, kami cek di rekening, ternyata sudah keluar,” kata Bambang ditemui dikantornya, Rabu (18/11).

Saat disinggung peruntukan anggaran sebesar itu, Bambang mengatakan ada tiga bentuk program yang akan dikerjakan dalam program PNPM. Yakni, lingkungan, social, dan ekonomi. “Tapi paling banyak diantara tiga itu, yang paling banyak melakukan sosialisasi tentang kesekretarisan,” ujarnya. Dalam pencairannya, Bambang menjelaskan, akan ada 3 tahap dalam pencairannya, yakni tahap pertama 30%, tahap kedua 50% dan tahap ketiga 20%. Anggaran tersebut berasal dari APBN 50% dan APBD 50%. “Saat ini baru tahap pertama yang telah cair, tahap kedua dan ketiga masih dalam proses, karena anggaran tersebut bisa cair jika programnya sudah jelas,” ungkapnya.

Untuk Kota Kediri sebanyak 46 kelurahan yang akan mendapatkan dana PNPM ini, besarannya masing-masing kelurahan tidak sama, tergantung besarnya jumlah penduduk dan penduduk miskin. “Semua kelurahan di Kota Kediri mendapatkan anggaran ini, namun besarannya, masing-masing kelurahan tidak sama,” ujar Bambang.

Data yang diperoleh, masing-masing kelurahan pada tahap pertama ini mendapatkan anggaran rata-rata sebesar Rp 60 juta. Sementara untuk Kelurahan Ngadirejo dan Ngronggo mendapatkan Rp 105 juta.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Budi Siswanto selaku pengawas dalam PNPM ini mengatakan, dirinya akan tersu melakukan pemantauan dalam segala program kinerja yang dilakukan kelompok swadaya masyarakat (KSM). “Akan ada tim yang selalu mengawasi,” ungkapnya.

Selain pengawasan, dalam setiap minggu KSM harus menyerahkan laporan tentang kegiatan. “ Ada laporan mingguan, bulanan, jadi jika mereka melakukan tindakan diluar batas, kami bisa menindak lanjutinya,” tegasnya. (AK)

Satu Desa di Tulungagung di Terjang Puting Beliung

puting beliungTulungagung (kedirijaya.com) - Hujan deras yang turun disertai anginkencang selama kurang lebih 2 jam telah memporak-porandakan Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Sedikitnya, 23 rumah dan sebuah kandang rusak akibat diterjang angin puting beliung.

Kepala Desa Sanggrahan Suharno ketika dikonfirmasi,mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (18/11) malam. "Sebelumnya turun hujan kebat, kemudian ada pusaran angin dari arah utara langsung merusak sejumlah bangunan yang dilewatinya," ujar Suharno, Kamis (19/11)

Dari 23 bangunan yang diterjang, diakui Suharno empat diantaranya rusak berat. Keempat rumah itu kondisinya hancur karena tertimpa pohon yang amburk. Seperti rumah milik Imroah yang tertimpa pohon ketepang serta ribunan bambu. Kejadian ini sempat membuat sejumlah warga was-was selama semalaman.

"Saya dan keluarga semalaman tidak bisa tidur, takut terjadi bencana susulan," ungkap Aminudin, warga yang rumahnya tidak lepas dari musibah itu. Hingga, kamis pagi ini warga setempat dibantu aparat dari kepolsiain dan TNI berupaya membenahi bangunan yang rusak. (NB)

Di Kota Tahu,Psikologi Persiwa Wamena Dipulihkan

persiwaKediri (kedirijaya.com) -Kalah tragis dari Persebaya Surabaya (5-4) minggu lalu, membuat Managemen Persiwa Wamena khawatir saat menghadapi tuan rumah Persik Kediri minggu (22/11) besok. Tim berjuluk Laskar Badai Pegunungan Tengah itu berniat memulihkan psikologis pemainnya terlebih dahulu dengan bertandang lebih awal di Stadion Brawijaya Kediri. Joko Susilo, selaku Direktur Tehnik Club mengatakan, selain bertujuan untuk beradaptasi dengan cuaca di Kediri yang lebih dingin dari Surabaya, kedatangannya lebih awal dari jadwal diakui untuk memulihkan psikologis para pemainnya. "Mengoreksi dari hasil pertandingan dengan Persebaya kemarin, kami lihat masih banyak hal yang harus diperbaiki, khususnya kerjasama tim," kata Joko Susilo (19/11) ditemui di Stadion Bhrawijaya Kediri. Tambahnya, selain itu juga memberikan tambahan latihan fisik demi menjaga stamina para pemainnya agar dapat berlaga dalam kondisi fit selama 90 menit. "Demi menjaga stamina pemain, kami juga melakukan uji coba dengan beberapa tim lokal Kediri," aku Joko Susilo. Dengan persiapan lebih awal, Joko Susilo optimis dapat mencuri poin di kandang Persik Kediri, serta bertekat menghilangkan julukan sebagai tim jago kandang. (NB)

Pelamar CPNS Geruduk Kantor BKD Kota Kediri

CPNSKediri (kedirijaya.com) – Belasan guru yang berasal dari SD,SMP maupun SMK se-Kota Kediri mendatangi kantor Badan Kepegawaian (BKD) setempat, mereka mempertanyakan tidak logisnya alasan dalam balasan yang telah diterimanya dari panitia seleksi Calon Pegawai Negeri Sipi (CPNS) 2009.


Seperti yang diungkapkan, Ibrahim Asip (31) warga Jl Masjid Al-Huda, kelurahan Ngadisimo Kota Kediri, menurutnya semua persyaratan telah ia penuhi, tapi dia tidak lolos seleksi. “Ijazah saya sudah memenuhi kualifikasi, tapi kami tetap tidak diterima,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, guru SMP dan SMK Al-Huda ini, peraturannya dinilai tidak sama dengan panitia CPNS yang ada di Batu. “Apa bedanya pemkot sini dengan Batu, disana bisa kok disini tidak bisa,” ujarnya dengan penuh kekesalan.

Sarjana S-1 Biologi Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengaku hanya ingin mempertanyakan alasan yang secara logis. “Dalam surat balasan yang saya terima hanya menyebutkan Ijazah/Akta mengajar tidak sesuai dengan formasi/kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan. Padahal ijazah saya S-1 dan dilengkapi akta mengajar kan sudah memenuhi kualifikasi,” ujarnya sambil menunjukkan surat balasan yang dia terima.

Hal yang sama juga diungkapkan Latifatul Hofiroh (39), yang mengatakan, pihak BKD dinilai tidak transparan dalam melakukan seleksi. “Ijazah saya sudah memenuhi kualifikasi, tapi kok tidak lolos seleksi,” kata guru lulusan UIN tahun 1994 ini.

Kedatangan mereka untuk bertemu dengan Kepala BKD ternyata tidak mendapatkan hasil, melainkan hanya ditemui seorang staf, dan mengatakan, permintaan mereka akan dilaporkan kepada pimpinan dan akan dilakukan musyawarah lebih lanjut. Mendapatkan jawaban tersebut, mereka langsung pulang.

Sekadar diketahui sebanyak 4.000 peserta dari jumlah total 17.000 pendaftar CPNS Kota Kediri 2009 dinyatakan gagal. Mereka tersingkir lebih awal dalam tahap verifikasi administrasi.

Sementara itu, kepala BKD Kota Kediri, Semeru Singguh mengatakatan, jika verifikasi yang dilakukan telah sesuai, dia bahkan membantah jika ada kekeliruan dalam penyeleksian. “Ijazah mereka memang tidak sesuai dengan kualifikasi yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait ada beberapa pelamar lulusan S-1 dengan dilengkapi Akta IV, Semeru Singgih mengatakan, yang dibutuhkan sarjana pendidikan, bukan kualifikasi jurusan dengan dilengkapi Akta IV. “Yang kami butuhkan itu sarjana pendidikan, bukan sarjana yang lain, meski telah dilengkapi akta IV,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Semeru Singgih, dia mempersilahkan, jika mereka akan kembali mendatangi kantor BKD. “Kami persilahkan mereka datang, nanti sekalian kami akan jelaskan kepada mereka,” pungkasnya.(AK)

3 Arca Peninggalan Kerajaan Kediri Muncul di Lahan Jagung

Kediri (kedirijaya.com) - Masyarakat di Dusun/Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri dihebohkan dengan penemuan tiga buah arca yang terkubur di dalam tanah.

Dua arca berbentuk Kepala Garuda purba dan satu patung 'dewa', namun kondisinya rusak pada bagian kepalanya (buntung, red). Ukuran dari dua arca macan itu kurang lebih 1 meter, sedangkan satu patung dewa sekitar 70 centimeter.

Ketiga arca yang diduga peninggalan zaman Kerajaan Kediri ini ditemukan di lahan jagung milik Imam Afad (37), warga setempat. Sedangkan penemu dari benda sejarah ini adalah Juki (63), tetangga Imam yang juga pensiunan guru.

Saat ini, warga setempat ramai membicarakan penemuan barang peninggalan itu. Menurut Juki, penemuan arca ini sebenarnya sudah diketahui sejak berpuluh-puluh tahun silam. Tepatnya, sekitar tahun 1974. "Saat itu saya diberitahu oleh almarhum pak Sucipto, seorang dalang, jika ditempat itu terdapat arca. Namun, saya hanya diminta untuk menjaganya, dan tidak boleh mengambilnya," kata Juki, Rabu 18/11/.

Juki memberanikan diri untuk menggali lahan di pinggir Sungai Semen itu setelah ia memperoleh sebuah wangsit melalui tidurnya. "Saya mendapat petunjuk untuk menggali lahan itu, dan akhirnya memang benar, jika didalamnya ada arca yang terkubur," ungkap Juki,kepada sejumlah wartawan.

Warga berencana akan menggelar ruwatan, dan selamatan di lokasi. Sementara itu, Imam pemilik lahan malah mengaku kaget saat diberitahu penermuan arca itu. "Saya baru saja mendengar, jadi belum tahu secara pasti," pungkas Imam.

Mengingat letaknya yang tidak jauh dari Petilasan Sri Aji Jayabaya, Raja Kediri yakni hanya sekitar 2 kilometer, diduga kuat arca yang identik dengan Icon Kota Kediri (Macan Putih, red) itu sangat terkait. "Perkiraan saya ditempat ini dulu adalah taman milik permaisuri dari Raja Kediri. Karena, selain ada arcanya, juga terdapat tatanan batu bata yang menyerupai altar di kanan-kiri arca," beber Juki.

Terkait penemuan itu, Juki mengaku warga telah melaporkannya ke pihak desa, hingga Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri. Kendati demikian, belum ada upaya yang ditunjukkan oleh pihak dinas. Sehingga, warga hanya membiarkan benda purbakala penemuannya ini tergeletak menjadi tontotan warga. (NB)

Model Parkir Dirubah, Omzet Turun 50%

suhendroKediri (kedirijaya.com) - Perubahan Arus lalu lintas dan juga model parkir Jl. Dhoho Kota Kediri,dari model sirip menjadi model paralel membuat kalangan pedagang yang berada dikawasan sentral ekonomi Kota Kediri resah. Omzet mereka mengalami penurunan hingga 50 persen.


Ketua Paguyuban pedagang Jl. Dhoho, Suhendro, mengaku, adanya perubahan arus lalu lintas itu, juga ada positifnya, namun sebagai seorang pengusaha, Pihaknya mengalami kerugian hingga 50 %. “Kalau dulu, dalam sehari bisa mendapatkan omzet Rp 10 juta/hari, namun sekarang rata-rata hanya mampu Rp 5 juta/hari,”ketika ditemui dirumahnya, Selasa (17/11).

Sebagian Besar Para pedagang Jl Dhoho mengeluhkan penurunan pembeli terkait adanya perubahan arus lalu lintas itu. “Banyak dari teman-teman para pedagang yang mengeluh kepada saya,” ungkapnya.

Disamping itu perubahan itu akibat susahnya jalur yang ditempuh untuk menuju Jl. Dhoho, jalur-jalur subsider yang sebelumnya bisa digunakan untuk jalan menuju Jl. Dhoho, namun sekarang jalan-jalan tersebut hanya boleh dilalui jika keluar dari Jl. Dhoho. “Kemungkinan konsumen menjadi enggan untuk datang ke Jl. Dhoho, jika akses masuknya saja susah,” ungkapnya.


Dia berharap model parkir maupun perubahan arus lalu lintas ini segera dihentikan. Pasalnya, jika diteruskan, dia khawatir Jl. Dhoho akan mati, seperti halnya dikawasan Jl. Tunjungan Surabaya.

Adanya penurunan omzet ini, usai dimusyawarahkan antar pedagang Jl. Dhoho, mereka sepakat akan melayangkan surat keberatan ke Wali Kota tentang perubahan arus lalu lintas ini. “Kami akan melayangkan keberatan kepada wali kota ,” ujarnya.

Sekadar diketahui, di Jl. Dhoho yang panjang jalannya sekitar 1 Km terdapat pertokoan sekitar 200 – 300 toko.

Kabag Humas Pemkot Kediri, Drs. Nur Muhyar ditempat berbeda mengaku, adanya permasalahan ini, pihaknya masih akan melakukan evaluasi. “Masukan ini akan kami jadikan pertimbangan sebagai bahan evaluasi tentang perubahan arus Jl. Dhoho,” ujarnya singkat.(AK)

Minat Rendah, Pemkot Kediri Minta Anggaran Rp 550 Juta

perpustakaanKediri (kedirijaya.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri berencana memberikan kucuran anggaran sebesar Rp 550 juta yang akan diajukan melalui APBD 2010 mendatang. Dana itu diperuntukkan untuk mengembangkan potensi Kantor Arsip dan Perpustakaan Umum Jl Diponegoro, Kediri serta menggenjot minat baca masyarakat Kota Kediri.

Ini disampaikan Walikota Kediri dr Samsul Ashar ketika menghadiri acara lomba cerita rakyat dengan menggunakan bahasa inggris di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). "Kita akan mengusulkan anggaran sebesar Rp 550 juta pada APBD tahun 2010 mendatang," ungkap dr Samsul Ashar, Selasa,"17/11/

Dana sebesar itu, sebagian akan digunakan untuk pengadaan sebuah sepeda motor jenis Tossa, yang dapat dimanfaatkan sebagai perpustakaan keliling. Dengan sarana itu, diharapkan minat baca masyarakat kediri yang sebelumnya jauh tertinggal dari daerah lain seperti, Surabaya, Malang dan Kabupaten Kediri tergugah

Lemahnya minat baca masyarakat Kota Kediri ini, kata Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Kediri Yeti Sisworini dapat terlihat dengan minimnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Kendati demikian, imbuh Yeti, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dapat dikatakan naik.(NB)

Sehari 10-15 Ekor Mati, Ikan Cupang Diserang Jamur, Peternak Kota Kediri Gelisah

Kediri (kedirijaya.com) - Sejumlah tempat penggemukan ikan jenis cupang di Kota Kediri mengeluhkan penyakit yang dapat menyebabkan kematian ganas pada ikan hias yang hidup di air tawar ini.

Salah satu diungkapkan oleh Redi (35), usahawan ikan cupang asal Jl Sisingamangaraja, Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri. Serangan jamur ini dapat membinasakan ikan cupangnya antara 10 sampai 15 ekor per hari.

" Jamur ini menyerang sangat cepat, ikan hanya bisa bertahan 1-2 hari saja, setelah itu mati. Siripnya mengembang, muncul bintik-bintik putih, dan warnanya pucat. Keesokan harinya, ikan sudah mati melayang-layang ditas, " kata Redi, yang mengaku sudah menjalani bisnisnya selama 2 tahun terakhir.

Akibat serangan jamur ini, pendapatan bapak 2 anak ini turun tak terkendali. Bahkan, ikan kirimannya ditolak oleh pengepul di Lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri karena kualitas ikannya yang kurang sehat.

"Biasanya saya ambil bibit ikan cupang sebanyak 500 ekor dengan harga Rp 500,- per ekor. Setelah saya pelihara sekitar 1 bulan hingga 1,5 bulan, kemudian saya jual setor kepada pengepul dengan harga Rp 1.500 per ekor. Kalau banyak yang mati, tentu saja saya merugi," keluh Redi.

Belum lagi, imbuh Redi, pemeliharan ikan cupang yang membutuhkan obat dan makanan. "Pengeluarannya untuk makanan dan obat sekitar Rp 150 ribu per bulan. Kalau wadahnya kan cuma botol, jadi harganya tidak seberapa," terus Redi.

Hal senada diungkapkan oleh Andika (30), budidaya ikan cupang asal Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. " Saya saya lihat ikan yang sudah mati muncul bintik-bintik putih pada sirip dan tubuh ikan atau jamur yang menyerupai kapas tipis," pungkas Andika.

Sekedar diketahui, jika ikan ini sudah tumbuh besar dan siripnya dapat berkembang dengan baik, harganya dapat mencapai ratusan ribu per ekornya. Budidaya ikan cupang ini cukup menjanjikan. pasalnya, jika berhasil, meski dengan modal kecil, namun dapat menghasilkan keuntungan yang besar. (NB)

1.000 Liter Mitan Gagal Dislundupkan Ke Agen Besar Nganjuk

Kediri (kedirijaya.com) - 1.000 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah (mitan) Gagal dislundupkan Ke Agen Besar wilayah Kabupaten Nganjuk. Dua orang pemilik di Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri.

Penangkapan ribuan liter minyak tanah ini bermula dari hasil operasi 21 di jalan raya. "Kami hentikan sebuah sepeda motor dengan nopol AG 4723 AT milik Agus Susanto (52), di Gg I No 10 RT 1/ RW 2, Kelurahan Kaliombo . Saat kami periksa ternyata terdapat 10 jerigen minyak 20 literan, 2 jerigen 20 literan tanpa dilengkapi izin," papar Kabag Binamitra Polresta Kediri Kompol Abraham Gurgurem, Selasa ,"17/11/

Dari hasil penangkapan itu, petugas berusaha mengembangkan kasus itu dengan mendatangi pangkalan milik Suhari(40), warga Jl Mangga No 83 Kelurahan Kaliombo . Dari rumah Suhari, petugas kembali mengamankan minyak tanah sebanyak 10 drum.

Kedua pemilik pangkalan baik, Suhari dan Agus pun dibawa ke Polresta Kediri untuk dilakukan pemeriksaan. Sayangnya, Suhari mengaku membeli minyak itu dari seorang agen di wilayah Nganjuk, yang tidak dikenali identitasnya. Sehingga, penyidikan yang dilakukan oleh petugas harus terputus.

Kepada petugas, Suhari membeli minyak tanahnya dari seorang agen misterius itu seharga Rp 5.000 perliternya. Selama dua hari ini telah pesanan Suhari mencapai 2.000 liter dengan total pembelian sekitar Rp 10.750.000, dengan dua kali pengiriman.

Sementara Suhari menjual kepada Agus dengan harga Rp 5.500 per liternya. Oleh Agus, minyak tanah itu kemudian dijual kepada konsumen dengan harga Rp 5.600 per liternya. Agus hanya mengambil keuntungan Rp 100 per liternya.

Keduanya dijerat dengan pasal 53 jo 53 UU RI no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas dengan ancaman hukuman 4,5 tahun penjara. Karena ancaman hukumannya yang ringan, keduanya tidak dilakukan penahanan. (NB)

Bangunan Kios Depan GOR Disoal Dewan

kios gorKediri (kedirijaya.com)- Belum rampungnya pembangunan kios yang berada didepan bangunan gelanggang olah raga (GOR) Kota Kediri disoal," Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)"anggap pembangunan kios itu tidak berdasarkan master plain, atau tidak berada pada tempatnya.

Diungkapkan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Kediri, Yudi Ayubchan, Bangunan kios yang jumlahnya puluhan tersebut dinilai mengganggu keberadaan GOR. “Kalau kios tersebut dibangun disitu, GOR menjadi tidak terlihat, dan terkesan menjadikan bangunan yang menghabiskan miliaran rupiah tersebut menjadi tidak lagi indah,” ungkapnya.
Berdasarkan master plain, dikatakan Yudi, lokasi kios yang digunakan sebagai ganti warga yang pernah digusur bukanlah berada disitu, melainkan ditempatkan di timur bangunan GOR. “Kalau sekarang kan masih dibangun kios, tapi lokasinya berada disebelah baratnya GOR, ini tidak sesuai dengan master plain-nya,” ujarnya.
Hingga saat ini, dikatakan Ayub banguan GOR juga belum ada pintu masuk. Jika kios ditempatkan disitu, pintu masuknya akan dibangun dimana,? tanya Ayub.
Menurutnya, bangunan GOR juga dinilai lamban, dalam perjanjian awal, pada bulan September sudah bisa dibuka, tapi kenyataanya hingga bulan November ini juga belum beroperasi. Bahkan ketua badan Anggaran (Banggar) ini menyayangkan sikap Pemkot Kediri yang terkesan membiarkan GOR mangkrak dengan tidak dianggarkan lagi pada APBD 2010. “GOR belum selesai, malah memulai membangun RSUD Gambiran II,” ujarnya.
Dari pantauan kedirijaya.com dilokasi di lokasi GOR, pembangunan kios sudah berlangsung sejak satu bulan, dan rencananya akan membangun sekitar 35 kios. “Sudah empat minggu ini mas, rencananya kios dengan ukuran 7 x 4 meter ini akan dibangun sebanyak 35 kios,” Sardi (45) salah satu tukang dikonfirmasi dilokasi.
Yudi ayubkan dengan tegas,"Kalau pihak Pemkot terus bersikap seperti ini, Ayub mengancam tidak akan memberikan persetujuan pada segala proyek yang akan dibangun. “Kalau yang satu belum tuntas, dan membangun proyek yang lain, maka ini tidak baik, jika begini terus-terusan, kami tidak akan memberikan persetujuan dalam anggaran nanti.
Sementara itu ditempat terpisah, Asisten Pemerintahan, Maki Ali membantah jika bangunan kios tersebut menyalahi master plain. “Semua sudah sesuai dengan master plain, tidak ada yang salah,” kilahnya.
Kios tersebut, dikatakan Maki Ali diperuntukkan warga yang sebelumnya digusur untuk bangunan GOR. Rinciannya, 31 kios untuk warga, dan 3 untuk kelurahan. “Sementara yang 1 kios saya lupa untuk siapa itu,” pungkasnya.(AK)

Istri Jadi TKW, Bapak Tega 'Makan' Anak Kandung

Blitar (kedirijaya.com)-Suprapto (40), warga Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Blitar. Bapak bejat itu terbukti 'makan' alias memperkosa anak kandungnya yang masih dibawah umur, hingga empat kali

Korban adalah Rindu (15), bukan nama sebenarnya, yang juga masih berstatus siswi klas II salah satu SMP di Nglegok. Terungkapnya perbuatan bejat Suprapto berawal dari kecurigaan tetangga yang melihat prilaku aneh dari Rindu. Sering menangis dan murung, sampai akhirnya dibawa ke rumah neneknya

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Mustofa menyatakan telah mengamankan pelaku. "Kami amankan pelaku saat berada di rumahnya," ungkap AKP MUstofa, Senin (16/11)

Dalam pengakuan di depan petugas, jika? perbuatan bejat ayahnya dilakukan sudah 4 kali sejak September 2009 lalu. Awalnya korban yang sedang terlelap tidur, tiba-tiba didatangi dan digerayangi seseorang.

Merasa ada yang meraba-raba tubuhnya, korban terbangun dan berusaha berteriak. Karena diancam, koban hanya bisa menurut saja.

Perbuatan bejat itu tidak hanya sekali saja, merasa ada pemuas nafsu setelah ditinggal isterinya. Tersangka terus mengulangi perbuatannya, ketika putra keduanya tidur di rumah neneknya.

Bahkan perbuatan tersebut dilakukan sampai 4 kali, terakhir sekitar seminggu lalu dan akhirnya menimbulkan kecurigaan para tetangganya.

Sementara itu, Suprapto mengaku perbuatannya dilakukan karena khilaf dan tidak bias menahan hawa nafsunya. Telebih, setelah ditinggal isterinya bekerja ke luar negeri (NB)

Bupati Kediri Santuni Korban Puting Beliung Ngancar

lambang_kabupaten_kediriKediri (kedirijaya.com) – Korban bencana angin puting beliung di Desa Panceran dan Desa Jagul Kecamatan Ngancar menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (16/10) pagi. Bantuan berupa sembako dan uang tunai itu diberikan langsung oleh Bupati Kediri Ir H. Sutrisno kepada sembilan korban yang rumahnya roboh dan rusak akibat terjangan angin kencang Jum’at (13/10) sore kemarin.


Untuk korban yang rumahnya roboh masing-masing menerima batuan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Ada dua kepala keluarga (KK) yang rumahnya rata dengan tanah akibat bencana tersebut, yaitu Jampi (65) warga Desa Panceran dan Sarjuk (40) warga Desa Jagul keduanya masuk Kecamatan Ngancar.

Sedangkan untuk korban yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, masing-masing hanya menerima bantuan sembako berupa beras 10 kg dan mie instant serta uang tunai sebesar Rp 500 ribu. Harapan Pemkab Kediri dengan pemberian bantuan tersebut, dapat membantu meringankan beban warga yang terkena musibah.

“Bagi warga yang rumahnya roboh, dapat menggunakan uang bantuan tersebut untuk membangun kembali tempat tinggalnya dan memperbaiki beberapa rumah yang mengalami kerusakan. Sementara untuk bantuan sembako cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama 1 minggu kedepan,” kata Bupati Kediri Ir H. Sutrisno disela-sela acara pemberian bantuan kepada korban bencana di lokasi.

Bupati Kediri Ir Sutrisno yang datang ke lokasi dengan didampingi Kepala Kesanglinmas Kabupaten Kediri Ruslan Efendi dan Camat Ngancar Drs Sumitro serta jajaran Muspika Kecamatan Ngancar juga meminta masyarakat untuk tetap tabah dalam menghadapi cobaan ini. Beliau juga berharap agar masyarakat untuk tetap waspada dengan adanya bencana mengingat sebentar lagi musim penghujan datang.

“Ini merupakan teguran dari Allah yang masih sayang pada kita, untuk itu mari kita tanggapi positif dengan banyak berdoa dan bersyukur kepada-Nya. Dan jangan lupa untuk selalu waspada dengan datangnya bencana,” ucap Bupati Kediri Ir Sutrisno didepan warga korban bencana.

Sementara itu, Jampi penerima sumbangan dari Pemkab Kediri mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian pemerintah dengan memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. Meskipun dia mengganggap jumlah bantuan yang diberikan masih kurang untuk membangun lagi rumahnya yang roboh.

“Untuk membangun rumah lagi sperti semula biayanya sekitar Rp 10 juta, tapi dengan adanya bantuan ini sudah dapat meringankan beban yang saya alami. Cukup tidak cukup yang tetap kita syukuri pemberian bantuan ini,” terang Jampi yang saat ini harus menumpang tinggal di rumah anaknya karena rumahnya rata dengan tanah disapu angin puting beliuang kemarin. (MJ)

Dinas Peternakan dan Perikanan Temukan Kambing Cryptosid

etawaKediri (kedirijaya.com) - Menjelang hari Raya Idul Adha 2009, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah tempat penggemukan kambing dan sapi. Hasilnya, seekor kambing mengalami kelainan pada testis ditempat Agus Mujiono Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, Senin (16/11)


"Ya, kami temukan seekor kambing berkelainan pada testisnya atau
istilahnya Cryptosid. Alias, hanya memiliki satu testis. Sesuai dengan
syariat islam, maka kambing yang cacat seperti ini tidak dapat dipakai
untuk Qurban," ungkap Kepala Dinas Kehewanan Sri Suparmi.

Sidak akan dilakukan secara berkala, hingga
menjelang hari Raya Kurban. Pemeriksaan terdiri dari, gigi, bulu,
hingga kelamin kambing. Maksudnya, imbuh Sri Suparmi dalam upaya pencegahan terjadinya hewan berpenyakitan yang akan diqurbankan.

Terpisah, Agus mengaku seekor kambingnya yang diketahui mengalami
kelainan akan dijual untuk sate. "Penyakit seperti itu memang biasa
terjadi pada hewan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena masih
bisa dijual untuk keperluan lain," kata Agus

Tambah Agus, saat ini harga kambing sudah mengalami kenaikan, meski hanya sedikit. "Kalau biasanya satu ekor Rp 1 jt, kini menjadi Rp 1,250,000. Biasanya harga akan naik lagi 2 hari menjelang kurban. (NB)

Dituntut Mundur, Walikota Kediri Pergi Ke Hotel

walikotaKediri (kedirijaya.com) - Puluhan warga asal Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Kediri, Senin (16/11). Mereka menuntut Walikota Kediri dr Samsul Ashar mundur dari jabatannya karena ingkar janji.


Tomi Ariwibawa, koordinator aksi mengatakan, walikota tidak melindungi para petani dengan mengalihfungsikan lahan produktif untuk pembangunan rumah susun sederhana sistem sewa (rusunawa). "Mana janji walikota ketika kampanye dulu akan melindungi petani," ungkap Tomi, dalam orasinya.

Massa mendesak walikota membatalkan pembangunan rusunawa yang didirikan di lahan seluas 3,5 hektar. Sebab tanah berstatus kas desa itu menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat selama ini.

Pemerintah Kota berencana mendirikan dua blok yang masing-masing terdiri dari 94 kamar. Pemerintah daerah diminta menyediakan lahan, sedangkan pembangunannya akan dibiayai oleh pemerintah pusat. Rencananya rumah tersebut akan disewakan dengan harga Rp 90.000 per bulan.

Aksi yang sempat memanas karena massa tidak berhasil menemui walikota kediri. Karena, dalam waktu bersamaan dr Samsul Ashar tengah menghadiri acara rapat koordinasi evaluasi Pengawas Pemilu 2009 di Bukit Daun Hotel, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri

Sampai akhirnya, akhirnya diterima oleh Wakil Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Kendati demikian, warga menolak berdialog dengan Abdullah Abu Bakar dengan alasan ingin langsung bertemu walikota.

Terpisah, Walikota Kediri Samsul Ashar mengaku tidak tahu menahu dengan demo yang digelar warga. Ditanya permasalah rusunawa, walikota menjawab dengan enteng. "Wong izinnya juga sudah keluar, artinya pembangunan itu tidak bermasalah. Saya juga belum tahu terkait laporan itu," ujar Samsul Ashar. (NB)

Pengidap HIV/AIDS Dibekuk Bawa Daun Ganja

GANJA 1Kediri (kedirijaya.com) - Unit Narkoba Polwil Kediri membekuk RN (30), orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Bapak dua anak asal Desa Ketawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri itu terbukti membawa 'daun setan' alias ganja kering.


Kasubbag Reskrim Polwil Kediri Kompol Andries Wewengkang mengatakan, tersangka dibekuk petugas saat melintas di depan Alfamart Jl Wahid Hasyim, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. "Saat kami geledah, kami temukan 8,9 gram daun ganja kering dan 3 linting jadi. Barang terlarang itu disimpan tersangka di dalam tasnya," ungkap Kompol Andries Wewengkang, Senin (16/11) siang.

Berdasar pengakuannya, RN mendapat daun ganja itu dari teman lamanya di wilayah Kabupaten Malang. RN bertransaksi melalui jasa jejaring Facebook. "Hanya iseng aja, saya hanya pesan Rp 100 ribu, dan dikirimi melalui jasa penitipan barang. Sedangkan uang pembayarannya melalui transfer rekening," aku RN.

Barang haram itu, imbuh RN akan dikonsumsi sendiri, untuk menghilangkan kejenuhan akibat masalah dengan keluarganya. "Saya selalu memakai seorang diri, tidak pernah bersama orang lain," imbuh pria yang ditemui dengan penutup wajah itu. (NB)

Tes PNS,Gedung SMA dan SMP Tidak Muat, Gedung SD Jadi Sasaran

gedung sdKediri (kedirijaya.com)- Membludaknya jumlah peminat Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Kediri Yang Jumlahnya diperkirakan mencapai belasan ribu peserta, ternyata menimbulkan kekhawatiran Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Sesuai rencana awal, Tempat Seleksi atau Ujian CPNS yang di gelar," Sabtu 21/11, nanti mengunakan sejumlah Sekolah SMA dan SMP yang tersebar diseluruh Kota, di 3 Kecamatan, masing-masing Mojoroto, Pesantren dan Kecamatan Kota sendiri. Banyaknya peminat CPNS diperkirakan akan menyita tempat hingga Gedung di Tingkat SMP dan SMA tidak mencukupi hingga Gedung SD yang akan menjadi alternatif selanjutnya.

Data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri diketahui jumlah pelamar CPNS di Kota Kediri mencapai 17 ribu, Dengan taksiran yang telah lolos seleksi sekitar 13 ribu.

Angka 13 ribu ini jauh lebih besar dari angka peserta CPNS pada tahun 2008 lalu, yang hanya sekitar 6 ribu peserta.

Kepala Dinas pendidikan Kota Kediri,"Siswanto mengatakan, Jika setiap kelas nantinya akan diisi 20 hingga 50 orang maka Gedung SMP dan SMA tidak mencukupi, sehingga alternatifnya bisa menggunakan gedung SD.

Sampai saat ini,untuk menangani kemungkinan yang terburuk untuk dapat meminimalkan kemungkinan yang tidak diharapkan saat ujian CPNS, Dinas pendidikan berusaha akan terus berkoordinasi dengan BKD untuk menghitung jumlah gedung sekolah yang dibutuhkan,"14/11," tegas Siswanto.(RA)

Sales Sabu Lintas Kota, Masuk Bui

sabu bbKediri (kedirijaya.com) - Telah lama menjadi incaran Pihak Kepolisian Dalam Peredaran Sabu Lintas Kota, Guntur Widodo (36) Warga Bangun sari, Kota PonorogO, Sabtu," 14/11," dibekuk petugas reserse Narkoba Polresta Kediri Usai mengedarkan sabu-sabu di Jalan Umum kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Guntur yang kesehariannya menjadi sales Perabot Rumah Tangga ini ketika dilancarkan pemeriksaan secara maraton mengaku, mendapatkan Narkoba jenis Sabu-sabu dari Puji Santoso (37) Warga Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Madiun.

Kepala Bina Operasi Reserse Narkoba," Iptu Saiful Alam mengatakan Penangkapan te3rhadap Kedua Pelaku usai melakukan penyelidikan secara tersembunyi alias under cover. Dari penangkapan itu , Pihaknya berhasil menyita 4 poket sabu seberat 1 gram.

Iptu Saiful Alam," Menegaskan,Sebelum melakukan penangkapan terhadap Puji Santoso, Petugas sempat melakukan pengejaran hingga ke Daerah Solo dan berhasil menangkapnya diwilayah Ponorogo.

Kini Keduanya dijebloskan Keruang Tahanan Markas Polisi Sektor Kota Pesantren Kediri.Dan akan dijerat Unadang-Undang Psykotropika dengan ancaman penjara 15 tahun.(RA)

4.000 Peserta CPNS Kota Kediri Tersingkir, Sebelum Tes

cpnsKediri (kedirijaya.com) - Sebanyak 4.000 peserta dari jumlah total 17.000 pendaftar rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kediri 2009 dinyatakan gagal. Mereka tersingkir lebih awal dalam tahap verifikasi administrasi.


Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kota Kediri Semeru Singgih mengatakan, dari 17.000 peserta yang mendaftar, 13.000 peserta dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi. "Kalau yang gagal sekitar 4.000 peserta," kata Semeru Singgih, dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (14/11/2009) siang.

Mereka yang gagal tahap verifikasi administrasi, imbuh Semeru Singgih, karena ada dua faktor. Yakni, ijazah mereka yang memang tidak sesuai dengan formasi, dan yang kedua karena ada beberapa ijazah yang ditengarai berupa scanan.

Disinggung mengenai sejumlah ijazah yang ditengarai berupa scanan, Semeru Singgih mengaku belum ada langkah untuk mempermasalahkannya. "Memang, sesuai aturan hal itu bermasalah, tapi ya biarlah," ujar Semeru Singgih.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengatakan telah mempersiapkan sejumlah gedung sekolah yang akan digunakan untuk pelaksanaan tes CPNS 21 November 2009 nanti. "Pelaksanaan tes kami fokuskan pada sejumlah gedung sekolah di barat Sungai Brantas," ungkap Siswanto.

Berapa jumlah gedung yang dipersiapkan tim rekruitmen, Siswanto belum dapat menjawab, karena belum ada konfirmasi langsung dari BKD. "Yang jelas, satu gedung berkapasitas 20 peserta, dengan pengawas sebanyak 2 orang. Kami masih menunggu konfirmasi dari BKD," pungkas Siswanto.(NB)

Belasan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

PUTING BELIUNG 1Kediri (kedirijaya.com) Belasan rumah di Desa Pancaran Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri Rusak berat setelah dihantam angin puting Beliung, Jumat (13/11). Selain itu 2 rumah juga terlihat Roboh rata dengan tanah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wib, saat itu hujan bersama tiupan angin kencang sekitar 15 menit, sebanyak 2 rumah roboh dan belasan lainnya porak-poranda.

"Kejadiannya berlangsung singkat, dalam sekejap rumah saya roboh rata dengan tanah," kata Jampi (60) saat dikonfirmasi di lokasi kejadian. Lebih lanjut dikatakan Jampi, saat itu dirinya bersama sang istri didalam rumah akan mempersiapkan makan siang, namun mengetahui hujan yang lebat disertai angin,serta arus air hujan yang datang cepat dari Gunung Kelud sangat deras, dia bersama istri langsung keluar rumah. "Begitu keluar, langsung breeeeek, rata dengan tanah," jelasnya.

Tampak rumah Jampi yang terbuat dari bambu tidak mampu menahan tiupan angin disertai hujan lebat, hasilnya rumah berisi perabotan rumah hancur. Kini "Dirinya terpaksa bertempat tinggal dirumah tetangganya," tegas jampi.

Sementara itu belasan rumah lainnya mengalami kerusakan yang cukup parah. Banyak diantara rumah yang atapnya hilang, tertiup angin. "Saat itu, saya mau pergi kesawah, tapi melihat mendungnya yang gelap, akhirnya mengurungkan niat, tapi setelah dirumah malah terkena musibah," kata Suryani (35) warga setempat.

Data yang berhasil digali kedirijaya.com diketahui tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (MJ)

Pemkab Kediri antisipasi, Warga Kekurangan Air Bersih.

wislicKediri (kedirijaya.com) – Meskipun musim penghujan sudah mulai tiba, namun beberapa daerah lereng gunung di wilayah Kabupaten Kediri masih saja kekerungan air bersih. Seperti yang dialami sebagian warga di Dusun Celep Desa Mlancu Kecamatan Kandangan akhir-akhir ini.


Gara-gara WISLIC yang menjadi sumber kebutuhan air bagi mereka macet, warga terpaksa mencari air di sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.Namun begitu Pemerintah Kabupaten Kediri terus melakukan antisipasi dengan melakukan Droping air kewilayah tersebut,jika nantinya ada permintaan.

Macetnya Wislic tersebut ditengarai panjangnya musim kemarau tahun ini. Akibatnya sumber air yang berada di lokasi mengalami kekeringan. “Kalau musim kemarau panjang tiba, warga selalu kesulitan akan air bersih. Masalahnya warga disini menggantungkan kebutuhan air dari Wislic, kalau sumbernya kering ya Wislic nya tidak lancar,” kata Suparno Bayan Dusun Celep Desa Malncu, Jum’at (13/10) di rumahnya.

Kondisi seperti ini, diceritakan Suparno terjadi sejak bulan Juli kemarin. Beberapa sumber air yang berada di sekitar lokasi mengalami kekeringan. Sehingga saluran air dari wislic yang disalurakan ke rumah warga tidak dapat berjalan lancer. “Sebelum bulan puasa datang kondisi air sudah sulit,” ucap Suparno.

“Disini ada 80 KK yang semua membtuhkan air bersih. Setiap harinya saja kebutuhan air berish untuk tiap KK sekitar 10 liter. Jika hanya menggantungkan jatah giliran air dari wislic, kebutuhan air untuk warga jelas tidak cukup,” lanjut Suparno. Masih diceritakan Suparno, akibat wislic di desa tersebut macet, akhirnya warga terpakasa mencari air di sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Mereka harus berjalan sepanjang 1 km untuk mendapatkan air bersih. “Wislic nya masih mengalir tapi giliran tiga hari sekali. Tapi itu tidak dapat mencukupi kebutuhan air untuk setiap Kepala Keluarga (KK),” jelasnya.(AK)

Masa Garansi, Pagar KPU Ratusan Juta Roboh

Tembok ambruk KPUKediri (kedirijaya.com) - Bangunan pagar kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kediri yang baru berumur dua tahunan dan menelan biaya ratusan juta rupiah tersebut sudah roboh. Dugaan sementara, berasal dari tiupan angin kencang dicampur hujan, Selasa (10/11).

Sekretaris KPUD Kota Kediri, Pudjiono mengatakan, saat itu dirinya sedang tidak berada dikantor, dan baru mengetahui pagai hari setelah diberitahu oleh salah seorang pegawainya. “Waktu kejadian, saya sedang keluar kota , jadi tidak tahu bagaimana kejadiannya,” ungkapnya.

Namun demikian, karena pembangunannya ketika itu berasal dari anggaran APBD, maka hal tersebut dilaporkan ke Walikota Kediri, Samsul Ashar dengan tembusan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Hari ini sudah kami laporkan ke Pak Wali,” ujarnya.

Ketika disinggung, dengan tidak adanya pagar akan membahayakan kantor KPUD, dengan tegas, dia menjelaskan, sangat rawan sekali jika tidak ada pagarnya. “Kalau tidak ada pagarnya sangat rawan sekali, apalagi di kantor KPUD banyak data-data pilkada maupun data-data yang lain,” jelasnya.

Salah seorang staf pegawai KPUD Kota Kediri menceritakan kejadian waktu itu, hujannya labat bercampur angin, dan tiba-tiba terdengar gemuruh dengan getaran yang sangat kuat. “Saya sempat kaget, karena saya kira ada gempa, tapi ternyata tembok pagarnya roboh,” ujarnya.

Pegawai yang enggan disebutkan namanya tersebut juga menjelaskan, ketika melihat sisa reruntuhan tembok, dia memperkirakan campuran semen sangat minim dan tidak ada otot-ototnya sebagai penahan. “Semen-nya saja saya pegang tidak terlalu keras, sangat lunak sekali,” ujarnya menceritakan.

Pagar tembok dengan panjang 50 meter dan tinggi 2,5 M tersebut roboh secara bersamaan, seolah-olah tidak ada ototnya dalam bangunan tersebut. Antara pondasi dan tembok, tidak ada besi sebagai rangka untuk menjaga keseimbangan. Hasilnya tembok tersebut roboh dan masuk kadasar sungai yang tempatnya sebelah utara bangunan KPUD.

Sementara itu, dari papan nama proyek pembangunan pagar KPUD tersebut dianggarkan dari proyek DAU Tahun 2007 dengan menghabiskan biaya Rp. 113.948.000.(AK)

Jelang Hari Raya Kurban, Omzet Blantik Kambing Anjlok

2.Perlu Domba KurbanKediri (kedirijaya.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, penjual hewan kurban khususnya kambing alias blantik mengeluhkan penuruna omset dibandingkan dengan tahun kemarin. Penurunan omset tersebut hampir mencapai 50 persen.

Seperti yang dialami Giyono salah satu penjual hewan kurban asal Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah. Jika pada hari raya kurban tahun lalu dia berhasil menjual 3 ekor kambing setiap harinya, namun saat ini dia mengaku hanya mampu menjual seekor kambing per harinya. “Kalau dibandingkan yang dulu jauh, biasanya hari raya kurang 2 minggu seperti ini pembeli sudah ramai, tapi sekarang masih sepi,” kata Giyono, Kamis (12/10) di rumahnya.

Dikatakannya, untuk hari raya tahun lalu, dalam waktu 1 bulan saja dia berhasil menjual 100 ekor kambing lebih. Namun untuk sekarang ini dia mengaku masih menjual sekitar 15 ekor kambing saja. “Untuk saat ini saya tidak berani mendatngkan kambing banyak, karena kondisinya sepi seperti ini, baru kalau ada pesanan saya carikan,” jelasnya.

Masih dikatakan Giyono, kambing-kambing tersebut dia beli dari pasar hewan dan sebagian didapat dari peternak rumahan. Untuk harga dia mengatakan masih relative normal sekitar Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 2 juta. “Kalau harga tergantung gemuk dan kurusnya kambing, tapi masih normal,” imbuhnya.

Sementara itu penyebab menurunnya omset, Giyono menjelaskan, untuk sekarang ini masyarkat cenderung memilih sapi untuk dijadikan hewan kurban. Akhirnya, permintaan hewan kurban khususnya kambing mengalami penurunan. “Biasanya seperti sekolahan atau masjid, membayar iuran secara kelompok dan memilih sapi untuk hewan kurban,” jelasnya.

Selain itu, ditambahkan Giyono penurunan minat masyarakat memilih kambing untuk hewan kurban juga dipengaruhi kondisi ekonomi saat ini yang agak seret. “Kalau dulu panenan hasilnya lumayan, jadi masih banyak masyarakat yang berkurban meskipun kambing. Sekarang hasil panen petani lagi seret, makanya dagangan kambing saya juga tidak lancar,” kata Giyono sambil ketawa. (NB)

Bobok Siang di Hotel, PNS dan Pelajar Digrebek Polisi

mesum-okTulungagung (kedirijaya.com) - Sebanyak 5 pasangan mesum digrebek anggota Polres Tulungagung saat asyik bobok siang di hotel, Jumat (13/11)


Ke 5 pasangan itu terdiri dari seorang PNS, istri TKI, dan seorang pelajar SMA. Mereka digelandang keluar kamar Hotel Palem Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, satunya dan dibawa ke Polres Tulungagung untuk dilakukan pembinaan.

PNS yang digaruk petugas itu diyakini seorang Gay berinisial IS (40) warga Desa Bangunmulyo, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. IS ditemukan petugas tengah berduaan dengan Sc (27) warga Desa Nglongsor,
Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Kaur Bina Operasional (KBO) Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto mengatakan, kelima pasangan dilakukan pendatangan, dan diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. "Juga kita lakukan pembinaan sebelum akhirnya kita lepas kembali," papar mantan KBO Reskrim Polresta Kediri. (NB)

Sungai Brantas Perlu Ada Penelitian

RAZIA PENAMBANGKediri (kedirijaya.com) - Maraknya penambang pasir diwilayah sepanjang Kota Kediri hingga akhirnya sejumlah petugas yang dikomandoi Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dinilai sebagian fihak bukan menyelesaikan masalah, namun akan menambah permasalahan baru. Harusnya ada pihak yang melakukan penelitian daerah mana yang boleh dilakukan penambangan. “Dalam hal ini Disperindagtam, segera mungkin melakukan penelitian, terkait daerah mana yang boleh dilakukan penambangan,” kata Wakil Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi penambang pasir mekanik, belakang gedung Universitas Islam Kediri (Uniska) kemarin. Menurut Abdullah, razia dalam hal ini tidak akan menyelesaikan masalah, karena setiap dilakukan razia, selalu bocor dan juga akan meresahkan sebagian masyarakat. “Dengan selalu dilakukan razia, mereka akan merasa ketakutan dan resah, harusnya dalam hal ini Pemkot memberikan solusi, bukan hanya main razia,” ujarnya. Dengan catatan, dikatakan Abdullah, boleh dilakukan penambangan harus dijual kepada warga disekitar Kota Kediri atau untuk pembangunan proyek-proyek pemkot Kediri . “Seperti membangun RSUD Gambiran II, itu kan juga membutuhkan pasir, jadi harus ada solusi dalam hal ini,” ungkapnya. Penelitian tersebut, juga untuk mengukur kedalaman sungai, dan nantinya para penambang juga akan ditertibkan dan ditentukan lokasi mana yang boleh dilakukan penambangan. Karena bagaimana pun pengambilan pasir Sungai Brantas juga penting. “Pengambilan pasir didalam sungai juga penting, jadi kalau tidak diambil pasirnya sama sekali justru tidak baik,” ungkapnya. Dalam sidak yang dilakukan Abdullah kemarin, sedikitnya ada puluhan penambang mekanik yang sedang operasi, hanya ada satu mesin diesel yang tidak beroperasi, lantaran mesinnya sedang rusak. “Hari ini hanya mendapatkan satu rit (satu truk tronton red.) saja, karena dieselnya rusak,” kata Imam Subandi (38) salah satu pekerja penambang mekanik asal Tulungagung ini. Saat disinggung terkait maraknya razia akhir-akhir ini juga membuat dirinya tidak tenang dalam bekerja. “Ya tiap hari harus kucing-kucingan mas, kalau ada razia terpaksa tidak operasi sehari,” ungkapnya. Dia juga mengatakan tidak sepakat jika penambang mekanik dilarang, pasalnya hanya itu satu-satunya mata pencaharian sehari-hari. “Kalau ditutup, saya nanti harus bekerja apa,” ungkap bapak dua orang anak ini.(AR)

Paman Bejat Tega Gauli Bocah Dibawah Umur

trafficking_human_beings2-okBlitar (kedirijaya.com) - Perbuatan Supardi (50) warga Dusun Dawung RT 01 RW 03, Desa Besuki, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, memang sudah melampaui batas. Sampai ia tega menggauli keponakannya yang masih dibawah umur.


Sebut saja nama korban adalah Kuncup (5). Saat tidur pulas, Supardi yang sudah sering disebut embah ini mencumbui, merayu lalu menyetubuhinya. Perbuatan bejat itu terbongkar setelah korban didsak orang tuanya karena kerap menangis saat buang air kecil. Dan kasus asusila ini kini tengah ditangani Polres Blitar.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Blitar AKP Mustofa, perbuatan terkutuk itu dilakukan sebanyak dua kali, saat kedua orang tua korban berada di sawah. "Dalam pengakuannya, pelaku sudah dua kali menyetubuhi korban," kata AKP Mustifa, Kamis (12/11)

Selain celana dalam korban yang terdapat noda darah dan cairan sperma, polisi juga menggunakan hasil visum dokter sebagai barang bukti.

Sementara itu, dihadapan petugas Supardi mengaku terangsang setiap kali melihat keponakanya tidur telentang dengan bagian bawahnya tersingkap. (NB)

2 Residivis Pil Dobel l Ditangkap Polisi, Terjebur Kali

2 residivisKediri.(kedirijaya.com). Telah berulang kali masuk penjara, membuat Zaenal Arifin 25 th warga Desa Kalirong Kecamatan Tarokan dan Didik Setiawan warga Desa Gambyok Kecamatan Grogol tidak mengakhiri bisnis peredaran pil dobel.Keduanya ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Kediri Usai Petugas menangkap Candra 17 th pelajar SMK diKecamatan Grogol yang terbukti menyimpan pil dobel l disaku celana seragamnya," Kamis 12/11).


zaenal Arifin sempat melarikan diri saat disergap petugas dan terjebur kesungai dijalan Raya Desa/Kec. Grogol Kabupaten Kediri.Dalam penangkapan itu petugas berhasil menyita barang bukti pil dobel l sebanyak 6000 butir dan 26 pil leksotan.

Saat diperiksa Petugas, zaenal Arifin mengaku sudah 2 kali masuk tahanan dan baru bulan Oktober kemarin Keluar. Selain itu tidak jera berbisnis pil dobel l dan leksotan karena keuntungannya lebih banyak dibanding bekerja menjadi buruh tani.Dimana setiap 1000 butir memperoleh keuntungan 35 ribu rupiah, dibanding kerja buruh tani hanya 15 ribu,"aku Zaenal.

Kepala Bina operasi Satuan Reskoba Polresta Kediri, Iptu Saiful Alam menegaskan, "Keduanya merupakan residivis kambuhan yang sudah berulang kali keluar masuk penjara,Selain itu keduanya sempat berusaha kabur ketika hendak ditangkap hingga tercebur sungai. Imbuh Alam,"Kamis 12/11).

Guna Proses Hukum, Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 82 UU Nomer 23 Tahun 23, Tentang kesehatan dengan ancaman 5 tahun penjara.(MJ)

Setiap Hari, 40 ribu Pelanggan listrik diKediri Terancam dipadamkan PLN Kediri

pln 2Kediri (kedirijaya.com). Area Pelayanan Jaringan (APJ) Perusahaan Listrik Negara Kediri melakukan pemadaman kepada 40 ribu pelanggan setiap hari. Pemadaman yang dilakukan APJ Kediri mulai menuai protes karena tidak melalui pemberitahuan sebelumnya.


Asisten Manajer Distribusi APJ PLN Kediri Ustriadi menegaskan, pemadaman bergilir ini telah dilakukan sejak kemarin. PLN Kediri mengaku mengalami kekurangan pasokan akibat terganggunya suplai listrik di kawasan Jawa – Bali. “Ini resiko jaringan interkoneksi,” tegasnya kepada kedirijaya.com, Kamis (12/11).

Pihaknya akan melakukan usaha guna menjaga kebutuhan listrik di wilayah APJ Kediri yang meliputi Kota/Kabupaten Kediri, Kota/Kabupaten Blitar, dan Tulungagung, PLN dengan terpaksa melakukan pemadaman bergilir sebanyak tiga kali dalam sehari. Masing-masing pemadaman akan mengenai 10.000 – 15.000 pelanggan dengan jeda dua jam.

Menurut Ustriadi, jumlah kebutuhan listrik APJ Kediri mencapai 200 Mega Watt yang disalurkan melalui 60 penyalur. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan 760 ribu pelanggan PLN di wilayah Kediri.

Sayangnya Ustriadi mengaku tidak mengetahui sampai kapan pemadaman ini akan dilakukan. Dia juga menolak menjelaskan kompensasi yang akan diberikan kepada pelanggan akibat gangguan tersebut. Dia juga meminta maaf kepada masyarakat karena tidak mampu memberikan sosialisasi jadwal pemadaman.

Sementara itu akibat adanya pemadaman bergilir yang dilakukan PLN APJ Kediri Sejumlah pengusaha di Kediri mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman. Meski hanya berlangsung selama dua jam setiap hari, berhentinya aliran listrik memiliki dampak besar bagi mereka. “Mesin saya juga bisa rusak karena pemadaman mendadak,kompensasi terhadap karyawannya juga mungkin akan dilakukan karena jadwal pemadaman yang tidak menentu” keluh Jimi Hermawan, pemilik usaha konveksi di Jalan Taman Makam Pahlawan Kediri.

Dalam dua jam pemadaman,Diperkirakan sebanyak empat mesin bordir dan 14 mesin jahit miliknya otomatis tidak beroperasi. Diperkirakan nilai kerugian yang ditanggung Jimi mencapai Rp 2 juta setiap hari. Demikian pula dengan penghasilan karyawannya yang menurun akibat gangguan produksi tersebut. “Harus ada kompensasi dari PLN atas kerugian ini,” katanya.(MJ)

5 Perangkat Desa Gedangsewu Diperiksa

perangkat desaKediri (kedirijaya.com) . Kejaksaan Negeri Kediri mulai melakukan penyelidikan Dugaan Penyimpangan Ajudikasi didesa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. 5 orang Perangkat Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri diperiksa secara terpisah terkait kasus dugaan penyimpangan program ajudikasi tahun 2007.

Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Kediri Agung Pribadi mengatakan, kelimanya diperiksa masih dalam status saksi. "Ini merupakan pemeriksaan yang kedua kali. Kami sebelumnya memeriksa pemohon sertifikasi yang dipermasalahkan warga tersebut," ungkap Agung Pribadi, Kamis (12/11/2009) siang.

Menurut Agung, dirinya memeriksa Kepala Dusun (Kasun) Gedangsewu, namun enggan menyebutkan namanya. "Di ruangan saya hanya pak Kasun, sedangkan keempatnya yang juga perangkat desa tengah diperiksa diruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Hadi," imbuh Agung Pribadi.

Lebih lanjut diterangkan Agung Pribadi, jika sertifikasi massal yang dipersoalkan warga itu berupa 1.000 bidang lahan. Sementara besaran pungutannya berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu per bidang. "Kami tengah mendalami kasus ini," kata Agung Pribadi.

Ditemui terpisah, Koordinator Forum Peduli Warga Gedangsewu Edy Kartiko mengatakan, terlapor dalam kasus adujikasi tersebut adalah panitia yang notabenenya adalah perangkat desa. "Dari sekitar 1.200 bidang lahan yang diajukan, 1.000 bidang sudah muncul sertifikatnya. Namun, pungutannya ada yang mencapai Rp 3 juta," kata Edy.

Sebagaimana diketahui, program ajudikasi adalah gratis. Dimana pengajuan sertifikasi melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini telah dibiayai oleh Bank Dunia.(NB)

Idrus Milih jadi PNS Semarang,Pemain Turkmenistan di"paksa"Main di Persik

idrusKediri (kedirijaya.com)- Managemen Persik Kediri dapat dipastikan mengontrak Nazirov, pemain asal Turkmenistan yang sempat dipulangkan bersama dua pemain asing lainnya, Urazov dan dari Australia Mattew Mayora karena penampilannya mengecawakan.


Keputusan mengambil kembali Nazirov yang terkesan 'dipaksakan' ini dibenarkan oleh Sekretaris Umum (Sekkum) Persik Kediri Banardi. "Iya, managemen akhirnya mengimbil Nazirov untuk menggantikan posisi Idrus Gunawan yang kini memilih menjadi PNS di Semarang," ungkap Banardi, ditemui kedirijaya.com Senin (9/11/2009) siang

Namun, Barnadi membantah jika pengambilan kembali Nazirov terkesan dipaksakan, dengan alasan semua keputusan pengambilan pemain tergantung oleh Pelatih Persik Gusnul Yakin. "Ah, tidak juga," bantah Banardi.

Sementara itu, Walikota Kediri dr Samsul Ashar yang juga Ketua Umum (Ketum) Persik Kediri sempat mengatakan, kualitas tiga pemain seleksi termasuk Nazirov hanya standar, dan managemen mencari pemain asing yang diatas standart.

Menanggapi hal itu, Barnadi mengaku yang dapat mengetahui kualitas pemain adalah otoritas dari Pelatih Club yaitu, Gusnul Yakin. "Gusnul yang tahu. Dan lagi, kita butuh pemain di lini belakang, setelah kepergiatan Idrus Gunawan yang kini memilih menjadi PNS di Semarang," ungkap Banardi

Saat ditanya nilai kontrak dari Nazirov, Barnadi enggan menjawab dengan melempar tanggung jawab itu kepada Ketua Umum yaitu dr Samsul Ashar. Nazirov, imbuh Banardi juga telah didaftarkan di BLI beberapa hari yang lalu, sebelum penutupan pada tanggal 30 Oktober 2009 lalu.

Terpisah, Ketua Forum Keluarga Suporter Persik (FKSP) Hendri Ego mengaku justru dengan keputusan managemen. Ego sapaan akrab Hendri menilai Nazirov adalah pemain yang berkarakter 'mobile'. "Dia dapat bergerak kemana-mana, dan itu yang dibutuhkan di lini belakang Persik Kediri saat ini," pungkas Hendri Ego.(NB)

Petugas Gabungan Rasia Penambang Pasir"Bekingan"

nambang pasirKediri (kedirijaya.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri sepertinya tidak akan memberi peluang bagi para penambang pasir mekanik untuk menyedot pasir di Sungai Brantas.Meski kabar santer adanya "bekingan"Petugas maupun Dewan yang disinyalir turut membiarkan penambangan itu beroperasi. Rabu (11/11/2009) pagi, petugas gabungan dari Satpol PP Kota Kediri, Polresta Kediri dan Polisi Militer (PM),dan Jasa Tirtakembali menertibkan mereka (penambang mekanik). Namun sayang, razia kali ini kembali bocor. Sehingga, petugas hanya berhasil menyita tiga mesin disel yang ditinggalkan pemiliknya di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. "Dalam survei kemarin siang kita lihat ada 6 mesin disel tengah beroperasi. Tapi kenyataanya, sekarang hanya kita temukan 3 mesin saja. Jadi, kami pastikan razia kali ini sudah bocor," ungkap Hastoro, Kasi Pengawasan dan Bina Operasional Satpol PP Kota Kediri, ditemui di lokasi. Selain 3 mesin disel yang mana 2 diantaranya ditenggelamkan, petugas juga mengamankan 2 buah perahu. "Dua perahu akhirnya kita tenggelamkan. Sementara mesin diselnya kita sita sebagai barang bukti, " jelas Hartoro. Hastoro juga mengaku kecewa dengan pelaksanaan razia yang sempat molor dari jadwal yang telah ditentukan. "Dalam razia ini, kami melibatkan semua unsur, mulai Jasa Tirta Jawa Timur, Polresta Kediri, Disperindagtam, dan PM. Namuan, dari jadwal yang mestinya dapat dilakukan pada pukul 06.30 WIB, molor hingga pukul 08.00 WIB," keluh Hastoro.(NB)

Gara-gara larang Anak naik Sepeda Motor ,Ibu Terancam 1,4 tahun

Ny Dwi Rahayu, 49, warga Kelurhaan Tinalan Barat, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, saat ini harus berurusan dengan polisi. Ibu yang mempunyai suami muda ini nekat membuat laporan palsu bahwa telah kehilangan motornya. Padahal ini dibuatnya demi anaknya yang masih remaja tidak lagi memakai motor.

Hingga selasa (11/11) siang, perempuan tersebut masih diperiksa di Polsekta Mojoroto. Polisi saat sedang mendalami laporan palsu tersebut. “Namun jika terbukti ada motif lain atas pembuatan laporan palsu kehilangan motor ini, yang bersangkutan bisa dikenakan pasal 220 dengan ancaman bisa 1,4 tahun penjara,” terang Kapolsekta Mojoroto, Iptu Budi Nariyanto.

Laporan itu dibuatnya pada akhir Agustus lalu. Ini berawal dari keinginan anak Dwi yang memaksa terus memakai sepeda motor. Padahal motor itu masih baru dan selalu kecelakaan. Muncullan ide melapor bahwa motor Vega ZR AG 4195 BK telah hilang.

Gagasan ini mendapat dukungan suami Dwi yang maih muda, Iwanuddin, 25, warga Ngadi, Mojo, Kabupaten Kediri. Malam itu sekitar pukul 20.00 WIB, Dwi pergi ke penjahit baju di wilayah Mojoroto dengan naik motor. Saat itulah, niatan membuat laporan palsu kehilangan motor menguat.

Dwi langsung mengirim SMS kepada Iwan untuk datang ke penjahit tersebut. Motor langsung dibawa Iwan ini ke Mojo. Sekitar pukul 21.00 WIB, Dwi dengan bersandiwara melaporkan kehilangan motor ke Polsekta Mojorot. Laporan ditindaklanjuti.

Walikota dilaporkan LSM ke Polda Jatim

walikota nurmuchyarKediri(kedirijaya.com) Walikota Kediri dr Samsul Ashar dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kediri (IPK) ke Polda Jawa Timur.

Ketua LSM IPK Tomi Ari Wibowo mengatakan, laporan itu terkait proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sistem Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri yang saat ini telah dalam proses peninggian tanah alias pengurukkan dilokasi yang luasnya sekitar 3,5 hektar,dan proses pembangunan itu memanfaatkan tanah kas desa.

"Walikota Kediri dr Samsul Ashar ditengarai telah menyalahi Undang-undang Tata Ruang No 26 tahun 2007 pasal 48 ayat 1 huruf tentang mempertahankan lahan produktif untuk ketahanan pangan," ungkap Tomi Ariwibowo, saat menjelaskan atas kasus pelaporannya,Selasa (10/11/2009)

Lebih tegas dikatakan Tomi Ariwibawa, pihaknya telah memberikan surat tembusan atas laporan itu ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. "Kita sudah memberikan tembusan dari surat laporan itu ke Pemkot Kediri," tutur Tomi Ariwibawa.

Terpisah, Kabag Humas Pemkot Kediri Nur Muhyar mengatakan, surat tembusan dari laporan LSM IPK itu telah sampai di Pemkot Kediri. "Saya akan berkoordinasi dahulu dengan asisten I pak Maki ali, tunggu saja jawabannya ya," ujar Nur Muhyar.(NB)

Polisi Polwil Dihajar Preman Dayak

korban aniaya dimintai keteranganKediri (kedirijaya.com) - Bripda Roy Rahma Dian Sutomo (24), anggota polisi Polwil kediri babak belur setelah dihajar seorang preman Daayak di sebuah tempat billiar di Ruko Brawijaya Jalan Brawijaya Kota, Kediri.

Bripda Roy yang juga dikenal ajudan dan sopir Kabag Ops Polwil Kediri Kompol Solekhan itu mengalami luka memar-memar pada bagian pelipis kepalanya. Roy yang beralamat di Kelurahan Tosaren Rt 5/2 Kecamatan Pesantren sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan serta visum.

Wakapolresta Kediri Kompol Kuwadi mengatakan, pelaku penganiayaan bernama Dayak (30), seorang preman asal Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota Kediri berhasil dibekuk. "Kini pelaku tengah menjalani pemeriksaan di ruang penyidik," kata Kompol Kuwadi, ditemui di ruangannya.

Meski dikenal seorang preman, namun Dayak dibekuk petugas di rumahnya tanpa perlawanan, sekitar pukul 09.00 WIB. Pemuda yang sempat sesumbar dihadapan korban itu pun langsung diseret petugas ke Polresta Kediri.

Motiv dari penganiayaan itu sendiri sampai saat ini, imbuh Kompol Kuwadi masih didalami. "Masih kita dalami, apakah hanya miscomunication atau memang ada dendam sebelumnya," ujar Kuwadi, menjelaskan.

Sementara itu,data yang didapat kedirijaya.com di lingkungan kepolisian diketahui, kasus penganiayaan itu dipicu hanya karena masalah saling "plilik" alias memandang. Yakni, saat hendak pulang korban sempat memandang hingga membuat pelaku tersinggung.

Ketika hendak naik mobil itulah pelaku menghampiri korban lalu memukuli hingga babak belur. "Korban memang tidak melakukan perlawanan saat dipukuli pelaku," pungkasnya.(NB)

Peringatan Hari Pahlawan, Siswa SD Muhammadiyah Assalam Surati Presiden

surati presidenKediri (kedirijaya.com) - Merasa kecewa dan sedih dengan pertikaian yang terjadi antara para penegak hukum polri, kpk, dan kejaksaan, dalam rangka memperingatai hari pahlawan, sejumlah pelajar sd di kediri, jawa timur, menulis dan membacakan surat kepada presiden susilo bambang yudhoyono agar ikut serta menangani polemik kpk vs polri, dalam upacara peringatan hari pahlawan. Dalam memakanai hari pahlawan, puluhan murid sd assalam muhammadiyah kecamatan gurah, kabupaten kediri melaksanakan upacara bendera secara sederahana dengan disertai, aksi pembacaan surat yang ditujukan kepada presiden susilo bambang yudhoyono, sby, yang mereka tulis sendiri bersama dengan sesama teman sekolahnya Aksi pembacaan surat kepada presdien sby tersebut berawal dari banyaknya media massa eletronik maupun cetak yang diketahui oleh para siswa sd, sehingga para sd sedih dan kecewa dengan pemberitaan yang melibatkan tokoh-tokoh penting sedang bersitegang, dimana tokoh-tokoh tersebut merupakan tokoh yang kelak mereka cita-citakan Seperti yang diutarakan oleh hanna, seorang siswa kelas 4 sd yang membacakan surat yang ia buat bersama teman sekekelasnya untuk presdien sby. Agar segera menyelesaikan konflik yang terjadi antara kpk, polri, dan kejaksaan Hal tersebut dibenarkan oleh pihak guru sd assalam muhammdiyah kediri, yousy joko, menurut yousy, surat yang dibacakan disaat uapcara peringatan hari pahlawan tersebut ditulis dan berdasarkan ide dari para siswa-siswinya sendiri yang merasa sedih melihat pemberitaan konflik para penegak hukum yang sering muncul di televisi, sehingga akhirnya para siswa bertanya pada guru, apakah boleh menulis surat kepada presiden, agar segera membantu menyelesaikan konflik tersebut Menurut yousy, apa yang dilakukan oleh siswa -siswinya tersebut merupakan suatu hal yang membanggakan bagi dirinya, karena selain belajar dan berbakti kepada orang tua, siswa-siswinya juga memiliki rasa kepedulian terhadap bangsa yang tinggi, terutama dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 november ini. (NB)

Persik Kediri Kembali Minta Anggaran Rp 12 M

logo persik.jpg Kediri (kedirijaya.com) – Klub Persik Kediri kembali akan memperoleh kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KOta Kediri tahun 2010 mendatang. Hal itu diketahui pada saat pembahasan APBD tahun anggaran 2010. Yakni, Pemerintah kota (pemkot) kediri berencana mengalokasikan dana hibah untuk Persik Kediri sebesar 12 M.

Diungkapkan Walikota Kediri, Samsul Ashar jika mekanisme pengalokasiannya tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah total anggaran untuk Persik sekitar 17 M dan dibagi menjadi 2, pada pengajuan anggaran APBD 2010 nanti akan mengajukan sekitar 12 M, dan tambahannya dilakukan pada PAK.

Dalam pengajuannya sekitar 12 M, tapi tidak tahu nanti ada pemotongannya sampai berapa,” kata Samsul, Sabtu (7/11/2009).

Pengajuan anggaran Rp 12 milliar tersebut, imbuh dr Samsul Ashar dialokasikan untuk KONI, bukan atas nama Persik. “Ya mekanismenya anggarannya seperti tahun-tahun sebelumnya lah, yang pasti tidak jauh beda,” ujarnya ketika ditemui usai membuka acara workshop di Balai Kota Kediri.

Samsul Ashar berharap, dengan anggaran yang dinilai sangat minim tersebut, Persik Kediri untuk bisa mengoptimalisasi dalam segala kebutuhan. “ Ada sekala minimum dan maksimum, kita ambil yang minimum, tapi dioptimalkan,” harap Samsul Ashar.

Samsul Ashar menjelaskan, dalam pengoptimalan tersebut, manajer maupun official itu tidak perlu digaji. “Manajer tidak perlu digaji, biar rasionalisasi bisa berjalan optimal,” kata dr Samsul Ashar menjelaskan.

Ketua fraksi Demokrat, Yudi Ayubchan membenarkan jika dana hibah yang diajukan sekitar Rp 12 M. “Aangka proyeksi anggaran pendapatan belanja dan pembiayaan tahun 2009-2010, dana hibah mencapai 13,4 M,” ujar polisi yang berjenggot ini.(NB)

Dihadiri puluhan PNS sidang putusan asisten ditunda,istri menangis

Kediri (kedirijaya.com) - Kekecewaan tidak dapat disembunyikan dari raut wajah Mantan Asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri Rahno Irianto, terdakwa kasus korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup (DKLH) sebesar Rp 1,7 milliar.

Mantan asisten yang juga Kepala DKLH itu harus bersedia menunggu nasibnya hingga tanggal 23 November 2009 mendatang. Pasalnya, majelis hakim yang diketuai Sumartono SH yang dibantu Andri SH dan Agus Wahyudi SH, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Soetikno SH dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri menunda dengan alasan putusan belum siap dibacakan.

Mendengar penundaan itu, Rahno Irianto yang mendapat dukungan moral dari puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Kediri, langsung menghampiri istrinya yang tengah menangis sesenggukan. Sidang tidak berjalan cukup lama, hanya sekitar 10 menitan.Sebelum persidangan dimulai terdakwa dan pengacaranya serta pendukung terdakwa sempat menunggu jpu sutikno yang mengikuti persidangan lain diPN kabupaten kediri.

Keluar dari majelis persidangan, Rahno Irianto tampat kusut. "Ya, kami mengikuti saja prosedur hukum," jawab Rahno Irianto, saat disodori pertanyaan, apakah dirinya kecewa dengan penundaan sidang oleh majelis hakim. Rahno juga membantah, jika penundaan sidang karena rumor "jual-beli" putusan, Senin (9/11/2009) siang.

Terpisah, Kuasa Hukum Rahno Irianto Setio Busono SH dari Surabaya mengatakan jika penundaan karena masalah sepele. Yakni, karena salah satu anggota majelis hakim menghadiri suatu undangan. "Ya, kami mengikuti saja," ucap Setio Busono SH.

Lebih lanjut dijelaskan Setio Busono SH, jika pihaknya optimis kliennya dapat bebes. "Dakwaan primer yang terdiri dua unsur yaitu, melawan hukum dan memperkaya diri sendiri tidak terpenuhi. Dakwaan skundernya juga demikian, yaitu unsur menyalah gunakan wewenang tidak terbukti," terang Setio Busono.

Sekedar diketahui, dalam sidang sebelumnya terdakwa Rahno Irianto dituntut oleh JPU Soetikno SH selama 1 tahun 8 bulan, dan denda Rp 50 juta, subsider 8 bulan penjara.(NB)

Tuntut Rekannya Dibebaskan dari Pengadilan "2 Warga Kesurupan”

KESURUPAN

Kediri (kedirijaya.com).ratusan warga kecamatan ngancar, kabupaten kediri, menggelar aksi demontrasi di depan halaman pengadilan negeri jalan raya pamenang kabupaten kediri.ratusan warga menuntut agar dibebaskanya salah satu warga bernama suselo yang di dakwa menyerobot tanah milik p-t sumber sari petung yang menjadi sengketa dengan warga.

Saat demo berlangsung dua orang sempat kesurupan karena kelelahan berorasi dalam keadaan tidak sadarkan diri dua orang ini memaksa masuk ruang persidangan terdakwa suselo/ namun dihalang-halangi oleh petugas. Keduanya baru sadarkan diri setelah diobati sesepuh desa setempat.sekitar delapan ratus warga desa sempu, babadan, sugihwaras,kecamatan ngancar.datang dengan rombongan menaiki truk, warga langsung masuk keareal halaman pengadilan negeri kabupaten kediri,sambil membawa poster , massa dalam orasinya massa menuntut suselo, warga desa sempu yang didakwa menyerobot tanah milik perkebunan p-t sumber sari petung segera dibebaskan.

Massa meminta pengadilan mebebaskan suselo karena tidak bersalah, sebab terdakwa telah mendapat surat keputusan dari bupati untuk mengelola lahan yang menjadi sengketa sejak tahun 2000 antara warga dan pt.sumber sari petung.warga membubarkan diri setelah pembacaan eksepsi oleh penasehat hukum terdakwa dalam persidangan yang kedua ini.(mj)

Peringatan 10 November 1945 Siswa SD Al-Rahmat Robek Bendera Belanda

ROBEK BENDERAKediri (kedirijaya.com)- Terik matahari yang menyengat tidak dapat menghentikan rasa juang para siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Al-Rahmat, Jl Slamet Riyadi 32, Kelurahan Banjaran Kecamatan Kota Kediri dalam merebut kemerdekaan.

Senin (9/11/2009) pagi, para siswa-siswi ini melakukan aksi merobek warna biru pada "Bendera Belanda" (merah-putih-biru, red) dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November 1945. Selain itu, para pelajar ini juga membawa sejumlah kerta HVS bertuliskan seruan untuk melawan tindak Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN)

Peragaan demo oleh para siswa-siswi SD Al Rahmat ini belangsung sejak pagi. Aksi diawali dari pembacaan berita kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di sebuah stasiun radio. Kemudian, menyulutkan rasa nasionalis di kalangan pejuang kemerdekaan yang diperankan oleh 25 siswa-siswi.
'Para pejuang kemerdekaan' dengan mengalungkan kain warna Merah-Putih itu kemudian menancapkan dan mengibarkan Bendera Merah Putih diatas tiga tumpukan meja yang bertuliskan Hotel Yamato.

Aksi pengibaran Bendera Merah Putih itu kemudian diketahui oleh sejumlah pasukan penjajah yang juga diperankan oleh sekitar 25 siswa-siswi dengan atribut bendera Belanda, Jepang berukuran kecil yang ditempelkan di baju sebelah kiri. Sampai akhirnya terjadi "bentrok" yang akhirnya dimenangkan oleh para pejuang RI

Humas SD Al Rahmat Iwan Bustomi mengatakan, peringatan 10 November 1945 dengan aksi perobekan Bendera Belanda itu dimaksudkan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalis pada anak-anak. Sehingga, mempelajari sejarah tidak hanya melalui cerita dongeng, melainkan mengetahui secara langsung.

"Agar anak-anak tahu bahwa memperoleh kemerdekaan, perlu pengorbanan. Bahkan, untuk dapat mengibarkan Bendera Merah putih juga perlu pengorbanan yang besar. Oleh karena, untuk mengisi kemerdekaan ini, jangan hanya dilakukan dengan bermain-main, dan melakukan kegiataan yang tidak memiliki nilai positif," pungkas Iwan Bustomi.(NB)