Senin (9/11/2009) pagi, para siswa-siswi ini melakukan aksi merobek warna biru pada "Bendera Belanda" (merah-putih-biru, red) dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November 1945. Selain itu, para pelajar ini juga membawa sejumlah kerta HVS bertuliskan seruan untuk melawan tindak Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN)
Peragaan demo oleh para siswa-siswi SD Al Rahmat ini belangsung sejak pagi. Aksi diawali dari pembacaan berita kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di sebuah stasiun radio. Kemudian, menyulutkan rasa nasionalis di kalangan pejuang kemerdekaan yang diperankan oleh 25 siswa-siswi.
'Para pejuang kemerdekaan' dengan mengalungkan kain warna Merah-Putih itu kemudian menancapkan dan mengibarkan Bendera Merah Putih diatas tiga tumpukan meja yang bertuliskan Hotel Yamato.
Aksi pengibaran Bendera Merah Putih itu kemudian diketahui oleh sejumlah pasukan penjajah yang juga diperankan oleh sekitar 25 siswa-siswi dengan atribut bendera Belanda, Jepang berukuran kecil yang ditempelkan di baju sebelah kiri. Sampai akhirnya terjadi "bentrok" yang akhirnya dimenangkan oleh para pejuang RI
Humas SD Al Rahmat Iwan Bustomi mengatakan, peringatan 10 November 1945 dengan aksi perobekan Bendera Belanda itu dimaksudkan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalis pada anak-anak. Sehingga, mempelajari sejarah tidak hanya melalui cerita dongeng, melainkan mengetahui secara langsung.
"Agar anak-anak tahu bahwa memperoleh kemerdekaan, perlu pengorbanan. Bahkan, untuk dapat mengibarkan Bendera Merah putih juga perlu pengorbanan yang besar. Oleh karena, untuk mengisi kemerdekaan ini, jangan hanya dilakukan dengan bermain-main, dan melakukan kegiataan yang tidak memiliki nilai positif," pungkas Iwan Bustomi.(NB)
No comments:
Post a Comment