Kediri (kedirijaya.com) - Masyarakat di Dusun/Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri dihebohkan dengan penemuan tiga buah arca yang terkubur di dalam tanah.
Dua arca berbentuk Kepala Garuda purba dan satu patung 'dewa', namun kondisinya rusak pada bagian kepalanya (buntung, red). Ukuran dari dua arca macan itu kurang lebih 1 meter, sedangkan satu patung dewa sekitar 70 centimeter.
Ketiga arca yang diduga peninggalan zaman Kerajaan Kediri ini ditemukan di lahan jagung milik Imam Afad (37), warga setempat. Sedangkan penemu dari benda sejarah ini adalah Juki (63), tetangga Imam yang juga pensiunan guru.
Saat ini, warga setempat ramai membicarakan penemuan barang peninggalan itu. Menurut Juki, penemuan arca ini sebenarnya sudah diketahui sejak berpuluh-puluh tahun silam. Tepatnya, sekitar tahun 1974. "Saat itu saya diberitahu oleh almarhum pak Sucipto, seorang dalang, jika ditempat itu terdapat arca. Namun, saya hanya diminta untuk menjaganya, dan tidak boleh mengambilnya," kata Juki, Rabu 18/11/.
Juki memberanikan diri untuk menggali lahan di pinggir Sungai Semen itu setelah ia memperoleh sebuah wangsit melalui tidurnya. "Saya mendapat petunjuk untuk menggali lahan itu, dan akhirnya memang benar, jika didalamnya ada arca yang terkubur," ungkap Juki,kepada sejumlah wartawan.
Warga berencana akan menggelar ruwatan, dan selamatan di lokasi. Sementara itu, Imam pemilik lahan malah mengaku kaget saat diberitahu penermuan arca itu. "Saya baru saja mendengar, jadi belum tahu secara pasti," pungkas Imam.
Mengingat letaknya yang tidak jauh dari Petilasan Sri Aji Jayabaya, Raja Kediri yakni hanya sekitar 2 kilometer, diduga kuat arca yang identik dengan Icon Kota Kediri (Macan Putih, red) itu sangat terkait. "Perkiraan saya ditempat ini dulu adalah taman milik permaisuri dari Raja Kediri. Karena, selain ada arcanya, juga terdapat tatanan batu bata yang menyerupai altar di kanan-kiri arca," beber Juki.
Terkait penemuan itu, Juki mengaku warga telah melaporkannya ke pihak desa, hingga Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri. Kendati demikian, belum ada upaya yang ditunjukkan oleh pihak dinas. Sehingga, warga hanya membiarkan benda purbakala penemuannya ini tergeletak menjadi tontotan warga. (NB)
No comments:
Post a Comment