Kediri (kedirijaya.com) – Belasan guru yang berasal dari SD,SMP maupun SMK se-Kota Kediri mendatangi kantor Badan Kepegawaian (BKD) setempat, mereka mempertanyakan tidak logisnya alasan dalam balasan yang telah diterimanya dari panitia seleksi Calon Pegawai Negeri Sipi (CPNS) 2009.
Seperti yang diungkapkan, Ibrahim Asip (31) warga Jl Masjid Al-Huda, kelurahan Ngadisimo Kota Kediri, menurutnya semua persyaratan telah ia penuhi, tapi dia tidak lolos seleksi. “Ijazah saya sudah memenuhi kualifikasi, tapi kami tetap tidak diterima,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, guru SMP dan SMK Al-Huda ini, peraturannya dinilai tidak sama dengan panitia CPNS yang ada di Batu. “Apa bedanya pemkot sini dengan Batu, disana bisa kok disini tidak bisa,” ujarnya dengan penuh kekesalan.
Sarjana S-1 Biologi Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengaku hanya ingin mempertanyakan alasan yang secara logis. “Dalam surat balasan yang saya terima hanya menyebutkan Ijazah/Akta mengajar tidak sesuai dengan formasi/kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan. Padahal ijazah saya S-1 dan dilengkapi akta mengajar kan sudah memenuhi kualifikasi,” ujarnya sambil menunjukkan surat balasan yang dia terima.
Hal yang sama juga diungkapkan Latifatul Hofiroh (39), yang mengatakan, pihak BKD dinilai tidak transparan dalam melakukan seleksi. “Ijazah saya sudah memenuhi kualifikasi, tapi kok tidak lolos seleksi,” kata guru lulusan UIN tahun 1994 ini.
Kedatangan mereka untuk bertemu dengan Kepala BKD ternyata tidak mendapatkan hasil, melainkan hanya ditemui seorang staf, dan mengatakan, permintaan mereka akan dilaporkan kepada pimpinan dan akan dilakukan musyawarah lebih lanjut. Mendapatkan jawaban tersebut, mereka langsung pulang.
Sekadar diketahui sebanyak 4.000 peserta dari jumlah total 17.000 pendaftar CPNS Kota Kediri 2009 dinyatakan gagal. Mereka tersingkir lebih awal dalam tahap verifikasi administrasi.
Sementara itu, kepala BKD Kota Kediri, Semeru Singguh mengatakatan, jika verifikasi yang dilakukan telah sesuai, dia bahkan membantah jika ada kekeliruan dalam penyeleksian. “Ijazah mereka memang tidak sesuai dengan kualifikasi yang kita butuhkan,” ungkapnya.
Saat disinggung terkait ada beberapa pelamar lulusan S-1 dengan dilengkapi Akta IV, Semeru Singgih mengatakan, yang dibutuhkan sarjana pendidikan, bukan kualifikasi jurusan dengan dilengkapi Akta IV. “Yang kami butuhkan itu sarjana pendidikan, bukan sarjana yang lain, meski telah dilengkapi akta IV,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Semeru Singgih, dia mempersilahkan, jika mereka akan kembali mendatangi kantor BKD. “Kami persilahkan mereka datang, nanti sekalian kami akan jelaskan kepada mereka,” pungkasnya.(AK)
No comments:
Post a Comment