Kediri (kedirijaya.com) - Bangunan pagar kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kediri yang baru berumur dua tahunan dan menelan biaya ratusan juta rupiah tersebut sudah roboh. Dugaan sementara, berasal dari tiupan angin kencang dicampur hujan, Selasa (10/11).
Sekretaris KPUD Kota Kediri, Pudjiono mengatakan, saat itu dirinya sedang tidak berada dikantor, dan baru mengetahui pagai hari setelah diberitahu oleh salah seorang pegawainya. “Waktu kejadian, saya sedang keluar kota , jadi tidak tahu bagaimana kejadiannya,” ungkapnya.
Namun demikian, karena pembangunannya ketika itu berasal dari anggaran APBD, maka hal tersebut dilaporkan ke Walikota Kediri, Samsul Ashar dengan tembusan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Hari ini sudah kami laporkan ke Pak Wali,” ujarnya.
Ketika disinggung, dengan tidak adanya pagar akan membahayakan kantor KPUD, dengan tegas, dia menjelaskan, sangat rawan sekali jika tidak ada pagarnya. “Kalau tidak ada pagarnya sangat rawan sekali, apalagi di kantor KPUD banyak data-data pilkada maupun data-data yang lain,” jelasnya.
Salah seorang staf pegawai KPUD Kota Kediri menceritakan kejadian waktu itu, hujannya labat bercampur angin, dan tiba-tiba terdengar gemuruh dengan getaran yang sangat kuat. “Saya sempat kaget, karena saya kira ada gempa, tapi ternyata tembok pagarnya roboh,” ujarnya.
Pegawai yang enggan disebutkan namanya tersebut juga menjelaskan, ketika melihat sisa reruntuhan tembok, dia memperkirakan campuran semen sangat minim dan tidak ada otot-ototnya sebagai penahan. “Semen-nya saja saya pegang tidak terlalu keras, sangat lunak sekali,” ujarnya menceritakan.
Pagar tembok dengan panjang 50 meter dan tinggi 2,5 M tersebut roboh secara bersamaan, seolah-olah tidak ada ototnya dalam bangunan tersebut. Antara pondasi dan tembok, tidak ada besi sebagai rangka untuk menjaga keseimbangan. Hasilnya tembok tersebut roboh dan masuk kadasar sungai yang tempatnya sebelah utara bangunan KPUD.
Sementara itu, dari papan nama proyek pembangunan pagar KPUD tersebut dianggarkan dari proyek DAU Tahun 2007 dengan menghabiskan biaya Rp. 113.948.000.(AK)
No comments:
Post a Comment